
Ilustrasi seseorang registrasi pinjaman online (Dok. Freepik)
JawaPos.com — Transparansi informasi menjadi salah satu hal penting dalam penggunaan layanan pinjaman daring.
Masyarakat perlu memahami jumlah pinjaman, cicilan, biaya, dan jatuh tempo sebelum mengambil keputusan.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pembiayaan industri pinjaman daring mencapai Rp105,14 triliun pada Juni 2026. Angka ini tumbuh 25,88 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut dinilai membuat edukasi konsumen semakin penting agar penggunaan pembiayaan disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan finansial.
Isu tersebut kemudian diangkat lewat kampanye bertajuk Buka-Bukaan, yang diusung PT Pembiayaan Digital Indonesia melalui AdaKami, untuk meningkatkan pemahaman konsumen sekaligus mendorong keterbukaan informasi dalam layanan pembiayaan digital.
"Ini adalah langkah nyata dalam mendorong transparansi informasi pinjaman guna melindungi masyarakat. Kami ingin masyarakat semakin bijak dalam memilih serta menggunakan layanan pembiayaan," ujar Strategic Communication and Brand Lead AdaKami, Jonathan Kriss.
Melalui kampanye tersebut, kata Jonathan, pihaknya menyoroti tiga aspek transparansi yang dapat diperiksa pengguna sebelum menyetujui pinjaman, yakni tidak ada potongan awal selain biaya materai, cicilan tetap setiap bulan, serta tidak ada biaya tersembunyi.
Informasi mengenai jumlah pinjaman, bunga, biaya layanan, tenor, jadwal pembayaran, dan total kewajiban disebut ditampilkan sebelum persetujuan.
Jonathan menuturkan, pihaknya juga mengutip studi LPEM FEB UI pada 2026 yang mencatat lebih dari 95 persen pengguna memahami total kewajiban pembayaran sebelum menyetujui pinjaman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
