
ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)
Oleh SARAH MONICA
---
Air asin kepahitan itu menghantam wajahnya hingga hidung dan mulutnya yang setengah terbuka tersedak. Ia terbangun kaget, terbatuk-batuk dalam kondisi masih setengah sadar. Tangannya mengusap wajahnya yang berbuih dan berpasir, matanya terasa perih. Perlahan ia mengamati tubuh serta sekelilingnya, mencoba memahami apa yang terjadi.
SAMAR-samar ingatannya berkumpul, pemuda bertubuh kurus kering itu tadi sore sedang melepas lelah di pinggir pantai. Tanpa terasa, langit senja telah mengantarkan tidur yang panjang ke peraduan malam. Air laut sudah naik menyelimuti kakinya yang telanjang.
Di tengah keterkejutan karena hampir saja digulung ombak, Samin nama pemuda itu, mendengar sayup-sayup percakapan tanpa wujud. Suara yang timbul tenggelam dibawa embusan angin laut.
Samin bangkit mencari sumber suara tersebut. Tangannya meraih karung plastik miliknya yang basah kuyup dijilat air laut. Ia berjalan menyusuri pasir, dingin menembus tulang. Makin keras, makin jelas, Samin memperlambat langkahnya, lebih memfokuskan lagi pendengarannya. Dari kejauhan ia melihat kabut merah di balik bebatuan karang.
Malam itu merupakan malam paling gulita, tanpa setitik pun cahaya bintang dan rembulan. Tetapi dari tempatnya bersembunyi, Samin menyaksikan sosok-sosok dalam bias kemerahan. Jantungnya berdegub nyaris meloncat keluar dari rongga dada.
Sebuah sidang sepertinya sedang berlangsung. Setan-setan dengan jubah dan lencana kebesaran memenuhi arena persidangan di tengah laut pekat nan senyap. Dari tempat Samin mengintip, makhluk-makhluk itu mengelilingi sebuah singgasana pembesar.
Sebagian berdiri di permukaan, menyembulkan kepala dari dalam air, ada pula yang melayang-layang, siap sedia mendengarkan arahan dan titah komandan tertinggi.
Mereka adalah seluruh perwakilan setan mulai tingkat kolonel hingga jenderal dipanggil dari berbagai penjuru daerah. Ada rapat besar untuk merespons agenda kebijakan terbaru pemerintahan manusia.
”Apa pun rencana baik makhluk-makhluk bau tanah ini harus kita gagalkan!”
”Kuasai mereka! Kerdilkan mentalnya! Paham?!” gelegar setan yang duduk di singgasana. Tanduknya tegak jemawa di kepalanya yang tidak simetris.
”Ya! Lemahkan jiwanya!” seru setan lain dari tengah kerumunan.
Gerombolan setan aneka bentuk riuh dengan geraman, desisan, lolongan, tawa melengking. Mengungkapkan persetujuan mereka.
Samin gemetaran sekujur tubuh. Ia ingin lari sejauh mungkin meninggalkan pemandangan itu, tapi kakinya tak kuasa, seolah terpaku di sana.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022