Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 November 2024 | 14.00 WIB

Copet yang Dituduh Hendak Membunuh Presiden

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)

Seperti biasa, setelah mencopet, di tempat yang sepi Gendon segera memeriksa hasil copetannya. Dompet kulit bermerek luar negeri itu berisi uang yang cukup banyak. Ada surat-surat berharga, termasuk ATM. Namun, yang membuat Gendon gemetar adalah selembar kertas yang dilipat rapi dan diselipkan di lipatan STNK mobil. Sepertinya sengaja disembunyikan di situ.

Mula-mula Gendon berniat mengabaikan tulisan pada lembaran kertas itu. Bisa jadi itu hanya main-main. Namun, setelah membaca nama dan profesi pemilik dompet yang tertera di KTP, Gendon segera meralat pikirannya. Sepertinya si pemilik dompet tidak suka guyonan. Apalagi, sudah pasti si pemilik dompet ke mana-mana boleh membawa senjata api dan sudah pasti pula dengan mudah bisa menggunakannya.

Gendon merinding; tak bisa membayangkan kekacauan yang bakal timbul jika rencana itu sampai terlaksana. Ia harus segera bertindak. Apalagi, seperti yang tertulis dalam lembaran kertas, rencana keji itu akan dilakukan pada tanggal ini, hari ini, dan berarti kurang setengah jam lagi.

Gegas, Gendon memanggil tukang ojek dan menyuruhnya memacu sepeda motor. Walau tak paham kedaruratan macam mana yang sedang dihadapi penumpangnya, si tukang ojek segera berkelok-kelok di antara mobil yang merayap dan sesekali melewati trotoar. Setelah 20 menit, mereka tiba di tujuan. Saking semangatnya, belum juga motor berhenti sempurna, Gendon segera melompat, lalu berlari secepatnya. Ia berniat menemui langsung orang yang sedang dalam bahaya itu.

Namun, baru juga lima meter menyeberang pintu gerbang, dua penjaga langsung menyergap Gendon. Ia dijatuhkan ke aspal, kedua tangannya ditelikung di belakang punggung, lalu digelandang ke dalam pos jaga. Di dalam ruangan seukuran kandang monyet itu Gendon diperiksa dua penjaga bertubuh segede gorila. Lembaran kertas di kantong baju Gendon dirampas. Selanjutnya, Gendon diinterogasi sambil dipukul, ditendang, dan ditampar.

”Siapa yang menyuruhmu?”

”Tidak ada yang menyuruh. Saya…”

Duk! Ketupat bengkulu itu menghantam pelipis Gendon.

”Siapa saja gerombolanmu?”

”Gerombolan apa?”

Plak! Tamparan yang keras mendera mulut Gendon, membuat dua giginya goyang. Gubrak! Disusul tendangan sepatu lars yang menghantam tulang kering.

”Dasar teroris! Kamu kira semudah itu membunuh presiden?”

”Siapa yang akan...”

Pruk! Gendon tak sempat menyelesaikan ucapannya. Gagang pistol itu sudah lebih dulu menghantam tengkuknya. (*)

---

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore