Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juli 2024 | 16.30 WIB

Paman Ali Buta

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)

”Sudah lama sekali paman tidak mampir. Rumah ini sudah saya renovasi, sekarang ada lantai dua. Cukup menampung bahkan sampai empat orang buta.” Saya ingin mengatakan itu, tapi masih bisa menahan diri. Alih-alih, saya katakan ”mau ke lantai dua? Sekarang ada lantai dua dan ada kamar di sana...”

”Oh, sudah ada lantai dua?”

”Tentu-tentu. Mari kita naik. Paman juga bisa tidur di kamar di atas nanti,” ujar saya.

”Nanti saya terjatuh...”

”Saya tuntun. Percaya sama saya, Paman...” balas saya.

Kami berjalan, menaiki anak tangga ke lantai dua. ”Hati-hati.... hati-hati... Nanti saya jatuh,” kata Paman Ali beberapa kali, seraya kami berjalan menaiki tangga. Saya tidak berkata lain selain memintanya berjalan dengan rasa percaya. Seharusnya dia mahir dalam hal itu, tapi terkadang beginilah sikapnya jika ada di dekat saya: penuh kehati-hatian dan rasa curiga, padahal saya bukan murid yang melarikan hartanya.

Kami pun berjalan, menapak tangga satu per satu. Sempat Paman Ali tersandung, meski tidak sampai tersungkur. Cara tersandungnya pun terasa aneh, sampai membuat saya teringat cerita si sopir taksi soal kenalannya. Meski begitu, saya yakin Paman Ali dan kenalan si sopir taksi pastilah orang yang berbeda. ”Hati-hati, Paman... Saya tuntun supaya tidak tersandung lagi,” kata saya.

Sesampainya di atas saya menjelaskan sedikit ke Paman Ali tentang ruangan-ruangan yang ada, dan mencoba menggambarkan seberapa besar ukuran jendela kami, dan pemandangan apa yang bisa dilihat dari sana.

”Coba di sini, coba berdiri...” ujar saya, sambil mengarahkan Paman Ali tepat ke depan jendela di lantai dua. Saya membuka jendela itu, dan angin yang cukup kencang berembus. ”Majulah selangkah,” lanjut saya sambil masih membimbing Paman Ali.

”Begini?”

”Tentu... tentu... selangkah lagi. Ya, benar. Pas. Berdirilah di sini. Dari sini pemandangannya paling bagus,” ujar saya.

”Saya buta, tidak bisa melihat pemandangan itu...” balas Paman Ali.

”Bayangkanlah. Sungguh, pemandangan indah ini mahakuasa Tuhan.”

”Begitukah?”

”Tentu... Paman bisa bayangkan pemandangannya,” lanjut saya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore