
ILUSTRASI
”Siti Maslahah, dari Desa Kebon Agung, Pak Kiai.”
”Sebentar, sebentar…” Kiai Mukhlas seperti mengingat-ingat sesuatu. ”Siti Maslahah anaknya Pak Warjiman?”
Sejujurnya saya terkejut, sejak kapan ayah saya mengenal Kiai Mukhlas. Saya tahu mendiang ayah saya sering menceritakan Kiai Zamroni dan Kiai Mukhlas, tapi ayah saya tidak pernah bercerita kalau ia kenal dekat dengan Kiai Mukhlas. Setelah saya membenarkan pertanyaannya, Kiai Mukhlas makin bersemangat untuk menceritakan kedekatannya dengan ayah saya. Katanya ketika ia masih ingusan sering diemong ayah saya. Saya makin terkejut dan penasaran sebenarnya apa hubungan ayah saya dengan Kiai Mukhlas, atau jangan-jangan kami masih keluarga? Di tengah Kiai Mukhlas menceritakan masa lalunya, justru pertanyaan di kepala saya makin menumpuk. Saya hanya diam sambil terus mengikuti jalinan ceritanya, hingga kemudian simpul-simpul itu pun terurai ketika Kiai Mukhlas mengatakan, ”Ayahmu murid pertama bapak saya.” Barulah saya tahu juragan bandit yang diceritakan ayah saya adalah kakek saya sendiri. Dan ketika ayah saya dewasa, ia diperintah oleh Kiai Zamroni untuk tinggal di Desa Kebon Agung yang menurutnya dahulu tempat berkumpulnya ciblek.
”Sekarang masih jadi tempat kumpul ciblek?”
”Sudah tidak, Kiai.”
”Alhamdulillah. Berkat jasa ayahmu itu. Lah, terus sekarang Mbak Siti mau ada perlu apa?”
”Saya mau minta anak saya ini didoakan supaya masa depannya sukses, Pak Kiai.”
”Wah, doa ibu lebih manjur daripada doa kiai. Doa ibu buat anaknya itu tidak ada hijab. Langsung nyampai. Lagi pula dulu anak keturunan Pak Warjiman, termasuk njenengan dan anak-anak njenengan, sudah didoakan bapak. Kalau tidak jadi orang alim, jadi orang saleh.”
”Setiap malam saya mendoakan anak saya, tapi tidak ada perubahan, Pak Kiai.”
Kiai Mukhlas hanya tersenyum.
”Belum. Belum kelihatan. Mbak Siti saya kasih doa saja. Sebentar saya tuliskan doanya, yah.” Kemudian ia masuk ke dalam kamarnya. Tidak berapa lama ia datang kembali dengan membawa kertas dan memberikannya kepada saya.
”Dibaca habis salat fardu. Sekali saja cukup. Syukur-syukur setelah salat Tahajud.”
Saya menerima kertas itu, kemudian kami pamit pulang.
Doa yang diberikan Kiai Zamroni saya baca terus, tidak pernah bolong sekali pun. Namun, belum juga ada efek yang kentara pada Rama sampai ia berangkat mendaftar kuliah di Jogja. Semula saya pikir keberangkatannya ke Jogja menjadi awal doa-doa saya dikabulkan, tapi sekian bulan kemudian ia kembali pulang ke rumah. Katanya tidak lolos seleksi. Melihat ia pulang ke rumah dengan wajah malas-malasan saya pun pasrah. Saya seperti hilang daya. Hingga kemudian ia mengatakan dengan semringah kalau ia mau melanjutkan kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di kota kami. Ada sedikit kegembiraan dalam hati saya. Paling tidak ia mempunyai semangat untuk kuliah.
Setahun kemudian setelah Rama masuk kuliah, saya terkena stroke. Yunita sempat pulang ke rumah lima hari, kemudian kembali ke Australia. Begitu pun dengan Doni, setelah cuti empat hari ia kembali ke Jakarta. Hari-hari saya ditemani oleh Rama. Semua kebutuhan saya ia yang mengurusnya. Dari memasak, mencuci, sampai bersih-bersih rumah. Ia juga yang menguatkan saya untuk bisa kembali pulih. Saya sempat diantarnya terapi saraf. Sampai kemudian saya bisa berjalan meskipun masih tertatih-tatih. Saya sangat senang, bukan karena saya mulai bisa berjalan, tapi karena anak terakhir saya, Rama, betul-betul membaktikan hidupnya untuk saya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
