Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Mei 2024 | 14.38 WIB

Keluarga-Keluarga Kampang

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

”Dapat suami yang kerja di mana?” sambut empunya rumah.

”Sama seperti Abah, bertani juga, Wak.”

”Duh. Kamu itu. Betul-betul ya. Capek-capek jadi sarjana pertanian dapat suami cuma petani,” si uwak berseloroh dan tertawa renyah.

Istriku terlihat mencoba menahan perubahan ekspresi.

”Oya, terima kasih sudah bawa jeruk dari tanah warisan. Aku juga jadi teringat kalau bapakmu punya banyak warisan. Dapat suami macam apa pun aman kok,” si uwak tertawa lagi.

Meskipun tawa uwak begitu renyah, aku tahu ada nada yang tak enak di dalamnya. Ekspresi istriku berubah. Aku tahu ada sesak yang memenuhi dadanya serta panas yang menjuntai di ujung mata. Hal yang sama juga kurasakan. Akan tetapi, kugenggam tangannya dengan hikmat. Nanti malam akan kupeluk ia dengan pelukan yang takkan bisa diabaikan pengantin baru, ”Sabar, Dik,” ujarku. (*)

---

RIZQI TURAMA, Pengajar di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Sriwijaya. Aktif di Sanggar EKS dan Komunitas Kota Kata Palembang.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore