
ILUSTRASI
Sesudah mengoleskan tubuh Runn dengan minyak kayu putih dan melihatnya kembali tidur, aku keluar dari kamar rawat ke ruang tunggu rumah sakit. Di sana terpasang televisi yang sedang menyiarkan kemenangan Solanum OG sebagai presiden. Seharusnya aku senang dengan kabar terpilihnya Solanum OG sebab itu berarti aku pun terpilih sebagai ”Presiden Dapur” yang akan berkuasa penuh atas restoran peninggalan orang tuaku. Tetapi, tragedi yang menimpa Runn menyerap habis seluruh tenagaku. Aku bahkan baru teringat tentang ide ”Presiden Dapur” itu ketika menonton kemenangan Solanum OG.
Terduduk lesu di bangku ruang tunggu, kusimak pidato kemenangan Solanum OG. Aku merasa sudah menyimak baik-baik, kalimat per kalimat, kata per kata yang diucapkannya. Tetapi, mengapa ia tak menyinggung sama sekali apa yang telah terjadi pada kakakku Runn? Mengapa penderitaan kakakku Runn tak disebut oleh presiden yang berjanji akan mengayomi rakyatnya? Apa penderitaan satu rakyatnya tak memiliki nilai sama sekali di matanya?
Aku tahu aku takkan melontarkan pertanyaan-pertanyaan seperti ini bila aku masih menjalani hari-hariku yang normal. Tetapi, aku dalam keadaan terguncang sekarang. Semua pertanyaan naif berhamburan dan tudingan ke segala arah kutujukan. Termasuk kepada presiden. Aku ingin mendengar keadilan.
Tentu apa yang menimpa kakakku Runn akan segera tersapu bersih oleh peristiwa menggemparkan lain. Dilupakan seolah-olah hal itu tak pernah terjadi. Cuma mampir lewat. Tak lebih. Sekadar bagian dari algoritma. Di hadapan kekuasaan, penderitaan kami hanya data. Hanya angka. (*)
---
IIN FARLIANI, Lahir di Mataram, Lombok. Menerbitkan dua buku Taman Itu Menghadap ke Laut (2019/kumcer) dan Usap Matamu dan Ciumlah Dingin Pagi (2022/puisi). Sejak 2013 aktif berkegiatan sastra di Komunitas Akarpohon.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
