
ILUSTRASI
Iya, orang dalam kerap justru menjadi ancaman. Orang yang diberi kepercayaan kerap justru mencelakakan. Itu sudah aku katakan. Tetapi aku tak menyangka akan terjadi secepat itu.
Suamiku kudapati tergeletak tanpa nyawa dengan sebilah keris tertancap di dadanya. Aku menjerit. Lalu para pengawal masuk ke bilik suamiku, termasuk Arok. Di hadapan banyak prajurit Arok mengamati keris, lalu mencabutnya dan ia berseru: ini keris milik Kebo Ijo yang dipesan dari Mpu Gandring. Kebo Ijo kaget bukan main.
Tanpa diberi kesempatan membela diri, Kebo Ijo digiring dan diadili dengan tuduhan pembunuhan atas Akuwu Tumapel, Tunggul Ametung. Tetapi beberapa prajurit menyangsikan karena mereka bersama-sama dengan Kebo Ijo sebelum Tunggul Ametung didapati tewas.
Desas-desus beredar secepat angin. Dari abdiku, aku diberi tahu ada beberapa di antara mereka yang menduga si pembunuh itu adalah Arok dan aku membantunya dengan memberi kesempatan kepada Arok. Mereka membuat pengamatan bahwa keterlibatanku sangat mungkin karena mereka bilang aku tidak pernah bisa mencintai Tunggul Ametung. Aku tidak pernah jatuh cinta padanya. Aku menjadi prameswari karena paksaan.
Desas-desus makin meluas. Dari abdiku yang lain aku mendengar ada yang mengatakan Arok nekat melakukan itu karena ia mengincar takhta dan wanita. Ia katakan bahwa Arok nekat menghabisi suamiku karena Arok melihat betisku memancarkan sinar. Aku tertawa meski masih dalam suasana duka. Aku heran, kalau cerita abdiku itu benar, mengapa laki-laki kerap bicara di luar nalar.
Seperti Arok itu. Ia mengada-ada dan mengembuskan cerita-cerita hanya untuk mengesahkan perbuatannya bahwa merebut aku itu karena ada alasan yang sangat besar. Kemudian dengan seenaknya dia mengatakan bahwa betisku yang bercahaya itu adalah isyarat, sasmita bahwa dari rahimku akan lahir para penguasa Jawa. Mereka tidak tahu bahwa menjadi unggul atau tidak itu tergantung didikan ayah dan ibu, apa pun kastanya. Kalau hanya mempunyai darah, tetapi tidak didik dengan baik, ya mana bisa menjadi manusia unggul dan cakap memimpin?
Apakah ada yang lebih besar daripada keegoisan para laki-laki itu? Kertajaya, Tunggul Ametung, Lohgawe, Arok. Tentu saja aku mengatakan itu karena aku si Dedes adalah cermin bagi siapa pun yang berhadapan dengan aku.
Lalu hari itu. Ketika rakyat mendesak agar Arok naik ke tampuk pemerintahan Tumapel, aku hanya diam, duduk di kursi prameswari mengamati segala kesibukan seolah mereka hendak mendirikan kerajaan baru.
Lohgawe mengatakan, Tunggul Ametung bisa lengser, tetapi prameswari tidak bisa dilengserkan. Aku tetap dalam kedudukanku: prameswari. Tetapi alangkah kaget karena rupanya ada perempuan lain yang lebih dulu menjadi istri Arok. Namanya Umang. Aku menatap perempuan liat gesit berperawakan prajurit itu ketika datang menghampiriku dan memberi salam. Apakah aku cemburu? Tidak. Karena aku adalah cermin.
Kemudian hari pertama ketika aku berada dalam satu ruangan dengan Arok, aku meminta ia menceritakan tentang silsilahnya. Arok jawab: ”Aku dikirim Mahadewa bukan karena silsilah, tetapi bersamamu aku akan mencipta silsilah.”
Aku diam menatapnya. Tidak merasa terhina, tetapi juga tidak merasa tersanjung. Karena aku adalah cermin yang memantulkan tentang apa pun yang ada di hadapanku. (*)
---
*) INDAH DARMASTUTI, Menulis prosa dan cerita anak. Pendiri Difalitera –sastra suara untuk difabel netra– dan merintis Teras Baca, komunitas baca yang beranggota difabel netra

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
