Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Januari 2025 | 15.57 WIB

Lelaki yang Berlari Kesetanan Tengah Malam

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS) - Image

ILUSTRASI. (BUDIONO/JAWA POS)

Mat Kasim seorang buruh pengupas daun tebu yang dikenal tidak banyak bicara. Dia lebih banyak tersenyum dan sesekali tertawa tanpa alasan yang jelas. Dia seolah memiliki dunia sendiri yang terpisah dari orang-orang di sekitarnya. Meski tingkahnya sedikit aneh, dia tidak pernah menangis, apalagi berwajah mendung.

MATANYA selalu bersinar, tetapi orang-orang sepakat menjulukinya ”Lelaki Berotak Dua Ons” untuk mengolok Mat Kasim yang dianggap tidak pernah tumbuh dewasa seperti manusia pada umumnya.

Usia Mat Kasim sudah mencapai 45 tahun. Dia memiliki seorang kakak lelaki bernama Joyo Lelono. Mereka terlahir kembar, tetapi tidak identik. Meski berasal dari indung telur yang sama, keduanya memiliki wajah dan perawakan yang berbeda. Mat Kasim bertubuh pendek dan gempal dengan wajah yang masih terlihat seperti anak-anak, sedangkan Joyo Lelono memiliki tubuh kurus dan tinggi dengan wajah yang terlihat selalu menyiratkan kemarahan. Selain perawakan yang berbeda, keduanya memiliki karakter yang berbeda. Mat Kasim dengan tingkah lakunya yang cenderung aneh dengan senyum dan tawanya yang berlebihan, Joyo Lelono dengan keberanian dan kenekatannya. Rosida, ibunya, sempat berpikir jangan-jangan keduanya berasal dari sperma yang berbeda.

Satu bulan sebelum diketahui hamil, seorang pekerja proyek jalan di kampungnya sempat masuk ke dalam rumah dan menggodanya. Waktu itu, suaminya yang bekerja sebagai kernet truk sedang ada pekerjaan ke luar kota selama tiga minggu. Sebagai perempuan berusia 20-an, hasrat Rosida masih menggelora. Pekerja proyek yang sudah berhari-hari di lapangan juga memiliki kegelisahan yang sama. Maka ketika ada kesempatan, keduanya pun saling menumpahkan keinginan.

Beberapa hari setelah serangan kilat di dapur itu, sang suami pulang. Rosida berusaha bersikap biasa, seolah-olah tidak seorang pun yang membobol celah kangkang miliknya. Suaminya menggumulinya dengan penuh cinta, menumpahkan semua kerinduannya. Satu bulan berikutnya, Rosida mual-mual dan bidan desa menyatakan dirinya berbadan dua. Sembilan bulan berikutnya, bayi kembar itu meluncur keluar dari celah kedua pahanya.

Tumbuh dari keluarga miskin tanpa seorang bapak yang meninggal akibat kecelakaan di jalan raya, Joyo Lelono dan Mat Kasim tak mengenyam pendidikan. Mereka lebih suka bermain di sawah, sungai, dan jalan raya. Mat Kasim kecil sering kali diikat pada batang kelapa dan dikencingi oleh teman-temannya, sedangkan Joyo Lelono selalu hadir sebagai pembelanya. Dia akan menghajar anak-anak yang berani mengerjai adiknya hingga mereka meratap-ratap memohon ampun.

Saat ibunya meninggal, Joyo Lelono menjadi satu-satunya keluarga yang dimiliki Mat Kasim. Kedua remaja itu bagai langit dan bumi. Mat Kasim memilih bekerja di ladang sebagai buruh kupas daun tebu, sedangkan Joyo Lelono merambah karier sebagai biang onar dan pencurian. Keberanian dan kenekatan Joyo Lelono membuatnya bergabung dengan begundal kampung hingga didapuk menjadi ketua komplotan. Kariernya sebagai tukang bikin onar akhirnya tak hanya tersiar di kampung kelahirannya, tetapi juga ke seluruh penjuru kota.

Joyo Lelono sudah dikenal sebagai ”penguasa daerah”. Hal itu membuat seorang pejabat pemerintah tertarik dan menjadikannya tangan kanan untuk membereskan ”urusan-urusan lapangan”. Dia dipercaya melakukan pengawasan proyek dan membersihkan hal yang akan menghambat jalannya proyek milik bosnya. Lambat laut, Joyo Lelono diberi kepercayaan sebagai pelaksana proyek, mulai dari proyek perbaikan jalan, jembatan, pembangunan gedung, hingga pengadaan berbagai barang pemerintahan.

Dari seorang begundal kampung, Joyo Lelono menjelma seorang pebisnis ulung. Asetnya menggurita. Dia menguasai 45 persen area persawahan di kampungnya, mengungguli kepemilikan H. Nasrudin dan Pak Kades yang sudah menjabat dua periode pemilihan kepala desa.

Melihat peningkatan taraf hidup Joyo Lelono, diam-diam Pak Kades dan H. Nasrudin gusar. Sebagai keluarga yang kaya selama tujuh turunan, keduanya tidak terima ada begundal kampung yang menjelma menjadi saingan mereka. Meski desas-desus bahwa Joyo Lelono hanya boneka yang dipinjam oleh penguasa untuk menyimpan asetnya, hati Pak Kades dan H. Nasrudin tetap membara setiap melihat Joyo Lelono menggunakan kacamata hitam dan lewat di depan rumah mereka mengendarai mobil keluaran Eropa.

”Tengil sekali gayanya. Sudah seperti orang kaya beneran.”

Pak Kades bersungut-sungut saat dalam sebuah acara desa, Joyo Lelono datang dengan mobil hitamnya yang mengkilat dengan diiringi dua orang pengawal dan satu sekretarisnya yang jelita.

Meski sudah berusia 40 tahun, Joyo Lelono memilih membujang. Dia sangat menikmati kebebasannya tanpa mau terikat pada satu perempuan. Dia juga tidak mau fokusnya dalam bekerja terganggu oleh kehadiran seorang anak. Joyo Lelono berpikir keluarga akan menjadi titik lemahnya dan dia tidak menginginkan itu.

Sejak akrab dengan penguasa dan memiliki banyak bisnis, hampir tak pernah terdengar kabar bahwa Joyo Lelono memasuki rumah-rumah pelacuran sebagaimana kebiasaannya sejak muda. Entah bagaimana caranya memenuhi kebutuhan biologisnya setelah itu. Saat usia dua puluhan, dia pernah jatuh hati pada seorang gadis bernama Maya. Maya adalah penyanyi organ tunggal yang memiliki suara emas. Tak seperti penyanyi-penyanyi kampung lain, Maya selalu berpenampilan sopan tanpa goyangan seronok yang membangkitkan berahi.

Maya berjuang dari satu hajatan ke hajatan lain semata-mata untuk memenuhi kebutuhan biaya sekolahnya. Tentu saja Maya menolak cinta Joyo Lelono, begundal kampung yang tidak pernah mengenyam pendidikan tetapi bernasib mujur menjadi tangan kanan pejabat daerah.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore