Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 Mei 2024 | 15.31 WIB

Makelar Bandit Tolchopo

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

”Tuan, aku tidak bisa membuat minuman dengan senjata mengarah ke keningku.”

”Senjata itu hanya mengarah ke keningmu. Bukan meledakkan keningmu!”

Bandit Tolchopo menurunkan tangannya dari jidat Jorge dan segera melihat ke arah saya. Saya persilakan dia dan ketiga anak buahnya duduk.

”Saya kira kalian berjumlah lebih dari sepuluh,” kata saya tenang.

”Ya. Tapi apa yang kaulihat? Saya tegaskan, maksud saya kemari tidak untuk beramah-tamah!”

”Tentu saja saya tahu itu. Tapi beginilah keadaannya. Saya punya puluhan sapi dan di antaranya terserang penyakit cacing dan cacar. Apakah Anda tetap menginginkan sapi-sapi itu? Inilah yang membuat saya berpikir panjang dan tidak memenuhi permintaan Anda seperti dalam surat.”

Bandit Tolchopo berdiri diikuti ketiga anak buahnya. ”Anda tahu siapa saya?” katanya.

”Ya. Anda Tolchopo, malaikat pencabut nyawa. Tapi apa yang saya dapat setelah sapi-sapi itu saya serahkan?”

”Keselamatan. Dan tentu saja, kehidupan yang tenang,” katanya, terdengar seperti menjanjikan.

”Baiklah. Sepertinya sepadan dengan yang akan saya berikan.”

”Ya. Begitu terdengar menyenangkan.”

”Tapi, tunggu. Bagaimana kalau lima?” tanya saya membuat wajah Bandit Tolchopo tegang. ”Lima yang terbaik dan bebas dari penyakit cacing serta cacar.”

Dia menatap saya, lalu menoleh ke anak buahnya. Mereka berbisik dan tidak lama kemudian dia berkata, ”Hanya lima yang sehat?”

”Hanya lima yang tak tersentuh penyakit,” jawab saya meyakinkan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore