
ILUSTRASI
Aku berpikir sejenak. Jalan Irian seperti sayatan kecil bagi Jalan Veteran yang lebih besar. Orang jarang melewati Jalan Irian sebab jalan itu bukan jalan pintas. Ujungnya adalah areal pemakaman tua yang terletak di mulut perkampungan yang warganya banyak bekerja sebagai pembuat batu nisan.
”Sepertinya tidak bisa. Aku harus segera pulang. Istriku sedang hamil besar. Ia tentu tidak bisa ditinggal lama-lama,” jawabku.
”Sebentar saja. Takkan menghabiskan waktu terlalu lama. Tempatnya dekat dan kita cuma akan melihat-lihat dari luar.”
Sejak dahulu aku memang tidak bisa menolak ajakan Elyas. Untuk hal itu, aku juga tidak tahu apa sebabnya. Elyas seperti punya daya sihir untuk melemahkan penolakanku. Maka setelah makan, setelah Elyas memesan lagi seporsi nasi goreng dan semangkuk mi kuah dan segera menghabiskannya, berangkatlah kami ke rumah yang dimaksudkannya. Elyas menumpang mobilku sebab ia ternyata tidak membawa kendaraan.
”Perhatikan di jendela itu…” kata Elyas lagi. Maka kuperhatikan jendela yang gordennya terbuka. Tidak ada yang aneh, kecuali lampu yang menyala, berbeda dengan lampu-lampu lain di rumah itu. ”Itu dia...” kata Elyas lagi. Namun, aku tak bisa melihat dia yang dimaksudkannya itu.
”Ayo kita lihat lebih dekat,” tiba-tiba Elyas menarik tanganku; mengajakku turun dari pohon. Aku tak sempat menolak. Sampai di bawah, Elyas terus menyeretku sampai di gerbang rumah itu, dan tanpa bertanya terus membawaku ke satu bagian di sudut dinding pagar. Di sana ternyata ada sebuah pintu kecil. Elyas menarikku masuk. Aku tergagap-gagap. ”Apa yang kaulakukan? Kau mau apa?” tanyaku.
”Ayo masuk. Sebentar saja. Kita langsung pulang setelah kau bisa melihat orang itu dengan lebih jelas.”
Aku masuk. Sampai di halaman yang luas, kembali tanpa bertanya Elyas menghambur ke pintu utama. Terpaksa aku mengikutinya. Pintu tidak dikunci, atau Elyas telah memakai kunci lain untuk membukanya, aku tidak begitu tahu. Yang jelas kemudian kami sudah ada di dalam rumah.
Bagian dalam rumah itu sangat luas, sampai-sampai terasa aneh. Kalau dilihat dari luar, tidak mungkin ruangan dalam rumah bisa seluas itu. Meskipun lampu tidak menyala, aku dapat melihat ruangan itu nyaris tanpa perabotan, kecuali beberapa topeng yang tertempel di dinding. Elyas mengendap-endap menuju tangga. Sekali lagi aku terpaksa mengikutinya. ”Hati-hati,” ujarnya. Baru kulihat di anak tangga ada terbentang kawat-kawat berduri.
Sampai di lantai dua; lantai tempat jendela yang kami saksikan tadi berada, ruangan terlihat lebih luas lagi. Elyas bergerak menuju pintu, satu-satunya pintu di ruangan itu.
”Ayo…” bisiknya ketika aku cuma diam di bibir tangga.
Elyas membuka pintu dan menarik tanganku. Kami masuk.
Di ruangan itu lampu memang menyala sehingga ruangan terang benderang. Ada banyak meja, dan tiap meja penuh oleh berbagai makanan. Kursi-kursi di sekeliling tiap-tiap meja juga dipenuhi orang. Sangat banyak orang sampai-sampai aku merasa sedang berada di sebuah pasar malam, atau pesta besar. Mereka semua seperti tidak melihat kemunculan aku dan Elyas. Tiba-tiba aku teringat sebuah pesta besar. Pesta perkawinan yang tak lain adalah pesta perkawinanku sendiri dengan Dama Tansil, anak pemilik perusahaan Tansil Group.
”Lihat mereka. Seperti inilah yang kutemukan ketika aku dibawa dulu,” ucap Elyas.
”Tapi…” ucapku, ”kenapa kau mengajakku kemari?”

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
