
ILUSTRASI
Surya Jaya mengangguk, keringat dingin melengketkan baju ke tubuhnya. Ia pun berdeham, menarik perhatian ibu dan ayah. ”Sebetulnya, Surya Jaya kurang bagus. Budi Jaya lebih bagus…”
”Maaf…?” balas ayah.
”Kau tidak pandai bicara,” bisik Surya Kencana.
”Omong-omong, aku ada rapat penting sembilan menit lagi. Aku harus mempercepat urusan ini.” Tiba-tiba ia menarik pistol dari pinggang dan menembak kasur beberapa milimeter di samping mata kaki ibu; ayah dan ibu refleks memekik; Surya Jaya yang masih bayi –dan belum resmi bernama– menangis. ”Jangan pakai nama Surya, paham? Aku sangat berbakat melubangi dahi orang.”
Dari koridor terdengar orang-orang berlari mendekat. Tangan Surya Kencana sama sekali tak gemetar selama menodongkan pistol; ia pasti benar-benar berbakat melubangi dahi orang. Apa jadinya jika Surya Jaya bayi tumbuh besar tanpa orang tua? Seperti kisah perjalanan lintas waktu di film-film Hollywood, masa depan akan berubah ketika ada yang mengubah masa lalu secara signifikan. Mungkin Surya Jaya akan menjadi jauh lebih menyedihkan ketimbang tukang ojek daring yang bermasalah dengan orang kaya. Mungkin Surya Jaya tak akan menikah dengan istrinya sekarang. Mungkin Surya Jaya tak akan ada di masa depan.
Surya Jaya bisa saja merebut pistol di tangan Surya Kencana dan membunuhnya –tapi ia tak akan bisa kembali ke masa depan, atau minimal terlambat mencari tahu bagaimana cara mengoperasikan jam tangan ajaibnya, sehingga orang-orang yang berlari dari koridor akan keburu menghajarnya.
Ia harus memaksa ayah dan ibu mengganti namanya tanpa mengubah masa depan secara signifikan.
Mendadak Surya Jaya merebut pistol Surya Kencana, berlari mendekati ayah, menempelkan moncong pistol ke kemaluannya, dan menarik pelatuk! Ayah tumbang dengan jerit pemecah telinga; Ibu pingsan; tangisan Surya Jaya bayi semakin nyaring.
”Pokoknya Budi Jaya, Budi Jaya, Budi Jaya!” pekik Surya Jaya.
Pintu kamar didobrak: para perawat berkerumun di balik pintu. Surya Kencana langsung mengoperasikan jam tangan, Surya Jaya memeluknya –cahaya putih menyilaukan memenuhi ruangan– sesaat kemudian mereka telah kembali ke ruangan Surya Kencana.
Surya Kencana menyambar pistolnya dari Surya Jaya; tukang ojek daring itu segera mengeluarkan dompet dan memeriksa KTP: Budi Jaya. Seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat, Budi segera meneleponku dan bertanya, ”Kau ingat siapa nama lengkapku?” dan kujawab, ”Tentu Budi Jaya... Ada apa?” Tak puas dengan jawabanku, ia menelepon beberapa orang lagi dan mendapat jawaban serupa.
Surya Kencana tersenyum puas. Ia duduk di balik meja jati, membuka laptop, dan berkata, ”Sekarang aku harus bersiap-siap untuk rapat.” Ia menoleh si penodong senapan yang mengintip dari celah di balik pigura. ”Antarkan dia keluar.”
Seseorang itu menggeser pigura lebih lebar dan memanjat keluar dari persembunyian, membiarkan senapannya tetap di sana. Ternyata, ia adalah si bondol.
”Omong-omong,” ucap Surya Kencana, ”aku tidak jadi ingin soto. Buang saja.”
Selama Budi Jaya mengendarai motor menuju pangkalan, ia merenungkan apa yang mungkin berubah secara signifikan selain namanya. Masalah kemaluan ayah, ia tak pusing: tiga hari setelah kelahiran Surya Jaya, ayah mengalami kecelakaan lalu lintas yang menghancurkan kemaluannya –mestinya tak ada perubahan signifikan akibat kemaluan yang hancur tiga hari lebih cepat. Tapi, soal perubahan nama: Apakah itu termasuk perubahan signifikan? Apakah nama Surya dan Budi memberikan kesan berbeda di mata orang-orang, yang berpengaruh pada bagaimana mereka memperlakukannya? Apakah nama hanyalah doa omong kosong?

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
