
ILUSTRASI
Surya Jaya baru akan menjawab, tapi Surya Kencana menyambung, ”Matahari. Aku diberi nama Surya karena aku adalah ’matahari’, alias sosok yang sangat penting di dunia. Apa kau sosok penting?”
”Tidak,” Surya Jaya terbata. ”Orang tua saya hanya berharap saya menjadi sosok penting, mungkin…?”
Pendingin ruangan berderak; udara dingin menggigilkan Surya Jaya. Jendela tertutup gorden marun tebal, segala hal yang menempel memenuhi dinding –hingga hampir menyentuh lantai dan langit-langit– agak sulit dikenali sebelum penglihatannya terbiasa dengan keremangan: ada medali-medali dan foto-foto Surya Kencana, semua berukuran variatif dan dipasang secara tak berpola. Salah satu foto seukuran orang dewasa memperlihatkan Surya Kencana berseragam tentara, memberi hormat ke arah kamera; pigura foto itu tergeser sedikit ke samping, menampakkan celah tipis di mana laras senapan mencuat, membidik Surya Jaya hingga tungkainya gemetar.
”Sebagai Surya,” ucap Surya Kencana, ”aku agak tersinggung. Aku benci jika orang lain bernama Surya dan ia bukan sosok penting. Jadi, dengan rendah hati…” Surya Kencana menurunkan kaki dari meja dan berdiri, sepucuk pistol terselip di pinggangnya, ”aku harap kau menghilangkan Surya dari namamu.”
Urusan mengganti nama tak pernah terlintas di kepala Surya Jaya. Lagi pula, apa pentingnya nama? Nama sering kali menjadi doa omong kosong para orang tua: seorang anak bernama Muhammad tumbuh menjadi pembunuh; Ayu tumbuh menjadi gadis buruk rupa; Lanang tumbuh menjadi perempuan transgender –sudah terlalu sering nama tak menentukan identitas seseorang.
”Maaf, saya punya beberapa pertanyaan,” balas Surya Jaya. ”Pertama, bagaimana cara mengganti nama? Kedua, apa nama baru yang bagus buat saya?”
”Untuk pertanyaan kedua… mungkin Budi? Budi Jaya? Kau sudah cukup berbudi dengan bersedia mengganti nama. Dan untuk Jaya, masa bodoh, itu bukan namaku. Untuk pertanyaan pertama…” Surya Kencana mematikan cerutu ke asbak, melangkah ke belakang Surya Jaya, dan membelitkan lengan kiri ke lehernya. Lengan kemejanya lembap, meruapkan aroma keringat seperti sepatu basah; jam tangan digital melingkari pergelangan tangan kirinya. ”Kapan kau lahir?”
Terbata dan parau, Surya Jaya mengucapkan tanggal dan tahun lahirnya.
”Bagus. Kalau begitu, sehari setelah kau dilahirkan.”
Surya Kencana mengatur tanggal dan bulan dan tahun di jam tangan digitalnya, lalu menekan salah satu tombol dan mendadak cahaya putih menyilaukan memenuhi ruangan –Surya Jaya refleks memejam, tapi cahaya putih tetap menerobos kelopak mata.
Sesaat kemudian, Surya Kencana melepaskan belitan lengan kirinya di leher Surya Jaya; di balik mata tertutup terasa cahaya putih menghilang; Surya Jaya membuka mata. Mereka telah berada di kamar rumah sakit. Ibu duduk bersandar di kasur seraya menyusui bayi, ayah berdiri di sampingnya –ibu dan ayah sontak menoleh ke mereka berdua.
”Siapa kalian?” tanya ayah, waspada.
”Bayi itu Surya Jaya, betul?” kata Surya Kencana.
”Kami berencana menamainya begitu…” balas ibu.
”Sekarang,” bisik Surya Kencana pada Surya Jaya, ”bujuk mereka untuk mengganti namamu. Bicara baik-baik tentu lebih baik ketimbang menodongkan pistol.”

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
