Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 1 Oktober 2023 | 18.41 WIB

Akibat Bergosip di Polindes

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

Oleh YONETHA RAO

---

Di Desa Naijuf, tak ada tempat lebih nyaman bagi para mama untuk bergosip daripada teras pondok bersalin desa atau polindes. Selain karena sejuk oleh rindangnya pepohonan dan lantai ubin polindes yang dingin, Ibu Bidan Esi Manoso juga kerap menyuguhkan kepada mereka sirih pinang.

SEBETULNYA mereka punya kebiasaan bergosip di mana saja setiap kali bertemu. Namun polindes itulah tampaknya tempat yang membuat mereka paling betah duduk membicarakan keburukan orang lain.

”Lu tau ko sonde, Elis pu suami tu kredit motor su nunggak lima bulan, sedikit le diler su datang tarik!” kata Tanta Anastasia dengan ludah bermuncratan.

”Ko? Pantas sa lihat orang diler tuh datang terus ke dong pu rumah,” sambung Tanta Nata yang pantat besarnya bisa lekat di lantai teras polindes seperti diolesi lem kalau sudah bergosip.

”Sa dengar dari Ibu Bidan, BPJS-nya juga tunggak lebih tiga bulan,” Mama Heni menimpali sambil memamah sirih pinang.

Bergosip sambil makan sirih pinang, apalagi di musim nafoknai1 begini memang satu kenikmatan tersendiri. Tak cukup cuma menggosipi kehidupan ekonomi tetangga. Mereka pun sering membicarakan nona-nona yang menurut mereka berpakaian kurang sopan atau yang kelakuannya mereka nilai melanggar etiket.

”Eh, satu minggu lalu Herlina ada lewat sa pung depan rumah bagonceng dengan dia pung pacar. Dia pung pantat tanungging di jok motor oo,” kata Tanta Ani dengan mimik serius. ”Saya dengar ia sudah mengajak pacarnya itu, sebutnya sih sudah suami, tinggal di rumah orang tuanya. Anak itu memang tak punya malu, tidak terikat adat dan belum sakramen di gereja sudah berani bawa laki-laki tinggal di rumah. Kalau di Jawa atau Sumatera, mungkin mereka sudah digerebek warga! Kasihan orang tuanya yang mulai uzur. Mana laki-laki itu tidak ada kerja.”

”Wah iya benar, saya juga dengar itu,” sambung Tanta Agnes. ”Tapi kabarnya laki-laki itu tukang ojek di kota.”

”Dulu ia memang ngojek, tapi dengan motor pinjaman,” tukas Tanta Nata dengan bibir yang seolah memanjang satu senti. ”Hm, ujung-ujungnya tuh Herlina pasti cuma makan kuah kosong!”

”Yang disayangkan kenapa orang tuanya, apalagi paman-pamannya, sampai membiarkannya bawa laki-laki ke rumah? Dalam tata adat kita, yang mengatur kita kan atoin amaf 2. Paman-pamannya Herlina itu kan terpelajar dan terhormat, juga terkenal keras. Masak tidak bisa mengatur anak itu?” ujar Tanta Shinta yang masih berkerabat dengan bapanya Herlina dengan wajah terlihat menahan geram.

”Orang tua dan paman-pamannya memang sengaja membiarkan. Anak itu bebal dan songong. Satu hari Tuhan pasti tegur dia,” kata Tanta Dora yang walaupun tak pernah membuka mulut terlebih dahulu, namun sering ikut menyumbang pendapat yang sebetulnya adalah gosip dibalut dengan moral dan nasihat keagamaan.

Teras polindes yang porselennya telah pecah-pecah, temboknya yang banyak retak dan plafon rusak, juga alat-alat medis di dalamnya yang tak terpakai selama puluhan tahun itu menjadi saksi atas segala jenis gosip tentang keburukan masyarakat Desa Naijuf yang dikupas tuntas oleh para mama tersebut.

Sekitar 20 tahun yang lalu, polindes itu dibangun dengan dana desa senilai Rp 500 juta. Namun baru tiga tahun setelah diresmikan, porselen di terasnya mulai retak. Menyusul temboknya yang perlahan merekah. Kemungkinan lantaran adonan semen yang dipakai oleh para tukang bangunan itu kebanyakan pasir. Begitu juga dengan bak penampungan air yang kosong melompong tak pernah terisi air. Ya, bagaimana mau mengantar air setiap hari ke polindes jika jarak sungai tempat sumber air begitu jauh. Dengan dana pembangunannya yang begitu fantastis, polindes itu seharusnya dibekali dengan sebuah sumur bor.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore