
ILUSTRASI
Tapi, apa mau dikata, sang pacar berhasil menggiring Chika ke kamar penginapan dengan dua ranjang. Di kamar terkutuk itulah, masih segar dalam ingatannya, untuk pertama kalinya tubuh laki-laki masuk ke dalam tubuhnya. Peristiwa itu terjadi menjelang subuh. Chika yang tertidur pulas memancing berahi sang pacar yang terbangun di ranjang lainnya. Chika berontak dan memohon, serta menolak persetubuhan. Tapi apa daya, laki-laki selalu punya segunung tenaga ketika dicengkeram berahi, dan Chika tak bisa melawannya.
Berhari-hari setelah kejadian itu, Chika ditikam kebingungan. Sang pacar tiba-tiba menghilang seperti digondol demit. Chika hanya berhasil menyembunyikan kehamilannya selama lima bulan. Setelah itu, ia diusir dari rumah. Keluarganya tak kuat menahan malu atas aib ini. Selama menunggu kelahiran si jabang bayi, Chika hidup berpindah-pindah dari rumah teman satunya ke rumah teman lainnya. Namun, mana ada manusia yang betah menampung perempuan bunting tanpa suami dalam waktu lama?
Dari rumah terakhir yang ia tumpangi, Chika diberi sejumlah rupiah. Tentu, uang ini dimaksudkan sebagai tanda mata untuk mengusirnya secara halus. Berbekal uang itu, Chika menyewa kamar kos. Di sinilah, di kosan short time, Chika terjerumus dalam lembah esek-esek. Tempat kos yang diharapkannya menjadi suaka aman, setidaknya untuk sementara waktu, ternyata adalah sarang kaum pelacur dari berbagai usia, mulai belasan tahun hingga tiga puluhan tahun. Ia menyadarinya setelah beberapa hari tinggal di sana.
Bila teringat wajah bapak kos itu, kepala Chika langsung mendidih. Bapak kos yang diharapkan bisa menjadi sosok pengayom ternyata tega menusuk Chika dari belakang.
”Sudah berapa bulan perutmu, Nduk?” tanya bapak kos.
”Sebentar lagi sembilan bulan.”
”Kamu jangan khawatir. Nanti aku yang melunasi biaya persalinanmu.”
Tak lama setelah obrolan itu, Chika ditikam petaka. Ia terjatuh dari anak tangga saat mengambil jemuran. Ia cedera parah dan harus dibawa ke rumah sakit. Dokter terpaksa melakukan operasi Caesar. Selain cedera, ternyata posisi bayinya melintang. Namun, takdir tak bisa dilawan. Chika selamat dari maut, tapi bayi perempuannya mati tak lama setelah dikeluarkan dari perutnya. Bapak kos menepati janjinya, seluruh biaya ditanggungnya.
”Kamu tetaplah ngekos di sini. Tak perlu dipikirkan biaya sewanya,” bapak kos membujuk Chika yang sudah melewati masa nifas.
”Tapi aku ingin pergi. Aku ingin mencari pekerjaan di luar sana.”
”Bekerjalah di sini. Belajarlah dari mbak-mbak lainnya.”
”Ogah!” bentak Chika. ”Aku sudah salah tinggal di sini. Dan, aku tak ingin salah lebih jauh lagi. Aku tak ingin jadi lonte.”
Bapak kos menampar pipi Chika. ”Ingin pergi dari sini kamu? Bayar dulu seluruh biaya rumah sakit dan operasi.”
Bapak kos yang sudah lama menduda itu kemudian mencekik leher Chika. Kata-kata umpatan meledak dari mulutnya. Sementara Chika hanya bisa menahan sakit. Lalu dibanting ke atas ranjang.
”Membungkuk!” bentak bapak kos.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
