
ILUSTRASI
”Pulang saja! Saya tidak mau membuat masalah!”
Di jalan pulang –membawa rasa kesal sebagaimana dari paroki– lelaki itu mengeluarkan sumpah serapah. Dia menyebutkan berbagai binatang, menyelipkan di antara nama istrinya, pastor Matias, dan ketua KUB. Bagaimanapun dia ingin menjadi pejuang masyarakat. Dia akan membuktikan ke mereka kalau niatnya panggilan ilahiah. Dia menunggu waktu yang tepat.
***
Pagi hari menjelang pesta pernikahan anak polisi Minggus, lelaki itu dibangunkan oleh istrinya. Semalam dia masuk rumah, entah dari mana dan pukul berapa, dengan tubuh berlumuran bau arak. Dia meringkuk di atas dipan di belakang dapur.
Baru setelah panggilan kesebelas dan guncangan tubuh ketujuh dia terbangun. Kelopak matanya hitam. Rambut tipisnya acak-acakan. Istrinya menyodorkan gelas air hangat, setelah itu melanjutkan menyimpan barang-barang.
”Berapa lama kita di sana?” lelaki itu berpaling ke istrinya.
”Hanya satu hari.”
”Berarti langsung pulang?”
”Kita tidur di lepo gete,” istrinya membalas.
Dia ingin memprotes, tetapi kepalanya kelewat pengar. Semalam dia minum banyak sekali ibarat kuda tua yang haus tiga hari. Tetapi kenapa dia bertanya begitu, pikirnya. Bukankah dia sebaiknya diam saja pada urusan yang tak dikehendakinya itu. ”Sebentar saya pergi ke pesta,” katanya dalam nada rendah, mengalihkan pembicaraan.
Rumah menjadi senyap setelahnya. Istrinya yang justru mengancing mulut erat-erat. Dan lelaki itu menunggu tanggapannya, tetapi perempuan itu menyibukkan diri dengan berbagai perkakas. Itu berlangsung hingga petang mengetuk sebelum bunyi musik dari pertigaan jalan besar terdengar mencabik-cabik langit.
”Bukannya tadi malam kau masuk acara?” Antoneta membuka suara setelah keheningan panjang yang rasanya tiga musim bawang.
”Saya kumpul dengan ana-ana di kios ujung kampung.”
”Kau tidak jalan pegang tangan duluan?”
”Kita bukan tama benu, hanya undangan.”

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
