
Debby Susanto/Praveen Jordan memenangi partai pertama.
JawaPos.com - Penampilan apik ditunjukkan anak-anak Djarum Kudus saat mengandaskan Jaya Raya Jakarta pada final Kejuaraan Nasioal (Kejurnas) PBSI 2016.
Strategi yang diterapkan pun dinilai berjalan sukses demi memenangi duel El Clasico antara dua klub bulu tangkis terbesar di tanah air itu.
Sejak awal menyambut final, Djarum memang sudah menargetkan mengunci poin dari pasangan ganda campuran yang turun di partai pertama. Kemenangan Praveen Jordan/Debby Susanto atas Alfian Eko Prasetya/Greysia Polii itu menjadi titik awal sukses Djarum.
“Hasil ini memang sesuai dengan strategi kami dimana kami mau mengamankan partai pertama karena kami kuat di sektor ganda campuran. Kami mengupayakan ganda campuran dimainkan di partai pertama dengan memainkan Debby (Susanto) rangkap di ganda putri,” ujar Fung Permadi, Manajer Tim Djarum Kudus.
Setelah kemenangan di partai pertama, Djarum mampu leluasa merebut dua pertandingan setelahnya di nomor tunggal putra dan ganda pura melalu Ihsan Maulana Mustofa dan Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
“Selanjutnya, kami memang harus berterima kasih kepada Ihsan (Maulana Mustofa) dan (Mohammad) Ahsan/Kevin (Sanjaya Sukamuljo). Hari ini memang terlihat bahwa seorang pemain yang berpengalaman dapan menguasai situasi pada saat diperlukan, dan ini yang terjadi pada Ahsan/Kevin,” ujar Fung.
“Kali ini kami bermain lebih fokus dan lebih fight, enggak mikirin yang kemarin kalah. Kami cuma berpikir dapat poin, nggak mikirin yang lain-lain,” timpal Ahsan.
Dengan kemenangan tahun ini, Djarum berhasil memutus dominasi Jaya Raya yang menjadi juara dua edisi sebelumnya pada 2012 dan 2014. Terakhir kali Djarum meraih gelar juara Kejurnas PBSI nomor beregu campuran adalah pada 2010.
“Hari ini adalah proses dari empat tahun yang lalu, sejak tahun 2014 kami memimpikan untuk juara lagi setelah juara di Makassar,” tandas Fung. (ira/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
