
Jauza Fadhila Sugiarto/Yulfira Barkah kalah di babak semifinal.
JawaPos.com - Ganda putri Indonesia, Jauza Fadhila Sugiarto/Yulfira Barkah dipastikan hanya meraih medalu perunggu akibat kandas di babak semifinal World Junior Championship (WJC) 2016, Sabtu (12/11). Meski begitu, keduanya sudah cukup puas dengan raihan perunggu.
Pada babak semifinal, Jauza/Yulfira dipaksa mengakui keunggulan unggulan kedua asal Jepang, Sayaka Hobara/Nami Matsuyama dengan skor 14-21 dan 13-21.
Menghadapi duet asal Jepang tersebut, Jauza/Yulfira tak bisa lepas dari tekanan. Mereka yang di perempat final kemarin bertarung selama 85 menit, tak bisa mengembangkan permainan.
“Di lapangan tadi rasanya kaki cukup berat, memang staminanya tidak sama dengan kemarin. Pertandingan kemarin memang sangat melelahkan,” ujar Yulfira yang merupakan binaan klub Mutiara Cardinal ini.
“Ditambah lawan juga salah satunya pemain ganda campuran, bola-bolanya sulit diatasi, ditambah kami juga sering lupa kalau parternya kidal,” tambahnya.
Hal senada pun diutarakan oleh Jauza. Dirinya mengakui bahwa staminanya memang tak sama seperti di laga kontra Seong Ah Yeong/Seong Na Yeong di perempat final kemarin.
“Staminan memang terasa beda dari kemarin. Tadi juga jadinya sulit untuk lepas dari tekanan lawan,” ujar Jauza.
Meski harus terhenti, keduanya mengaku bersyukur atas capaian mereka di WJC kali ini. “Ini pertama kali kami bermain berpasangan, tetap bersyukur bisa meraih perunggu. Semoga kedepannya bisa jauh lebih baik lagi,” ujar Yulfira.
“Saya tetap bersyukur dengan perunggu ini, dan saya berharap bisa lebih baik lagi jika memang tahun depan masih bermain di WJC lagi,” pungkas Jauza. (ira/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
