
Poluakan Natalia, salah satu legenda bulutangkis turun langsung dalam sesi coaching clinic bersama klub bulutangkis. (Istimewa)
JawaPos.com - Upaya memperkuat regenerasi atlet bulutangkis Indonesia terus bergerak tidak hanya melalui sistem pembinaan formal, tetapi juga melalui pelatihan komunitas yang menghadirkan legenda olahraga nasional. Pada akhir pekan lalu, coaching clinic bulutangkis kembali digelar di Jakarta, mempertemukan pemain usia dini, atlet klub, hingga peserta dewasa dengan para mantan juara dunia dan juara Asia.
Kegiatan yang sudah memasuki angkatan kedua ini menghadirkan langsung peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, Liliyana Natsir, bersama deretan nama besar lainnya: Debby Susanto, Tommy Sugiarto, Berry Angriawan, dan Poluakan Natalia dan diselenggarakan oleh HSBC. Kehadiran para legenda ini menjadi nilai tambah karena sesi latihan dirancang bukan sebagai ajang seremonial, melainkan transfer ilmu teknis serta pembentukan pola pikir atlet.
Klinik ini merupakan bagian dari program pengembangan komunitas yang didukung oleh HSBC Indonesia, yang sejak beberapa tahun terakhir menggandeng atlet-atlet nasional untuk terlibat lebih dekat dalam pembinaan usia dini. Stuart Rogers, Presiden Direktur HSBC Indonesia, menegaskan bahwa keterlibatan pihak swasta dalam olah raga seharusnya dipahami sebagai kontribusi jangka panjang terhadap regenerasi atlet, bukan sekadar kegiatan simbolis.
"Olah raga seperti bulutangkis memiliki ekosistem yang luas dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Kami percaya semakin banyak ruang latihan yang inklusif, semakin besar pula peluang bakat baru muncul dari komunitas," ujarnya.
Pernyataan tersebut menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mendorong partisipasi dasar yang menjadi fondasi pembinaan atlet masa depan.
Legenda Turun Gunung, Transfer Ilmu jadi Kunci
Salah satu daya tarik utama program ini adalah pendekatan belajar langsung dari juaranya. Liliyana Natsir, yang dikenal sebagai sosok dengan disiplin tinggi dan pemahaman strategi ganda campuran yang kuat, membagikan wawasan yang sangat jarang diperoleh pemain amatir atau usia dini dalam latihan reguler.
"Melihat bagaimana anak-anak dan pemain pemula berani mencoba sesuatu yang baru selalu jadi momen yang bermakna," ungkap Liliyana.
Baginya, pertumbuhan seorang pemain bukan hanya ditentukan bakat, tetapi juga keberanian mengeksplorasi kemampuan diri dan konsistensi latihan. Selain itu, ia menekankan pentingnya membuka ruang latihan di luar lingkungan kompetitif seperti klub besar.
Banyak pemain baru lahir dari minat awal yang tumbuh di kegiatan komunitas semacam ini sebelum akhirnya serius meniti jalur atlet. Pelatih menilai kelas lanjutan ini penting untuk memperkenalkan pemikiran taktis sejak dini, sejalan dengan tren pembinaan modern di negara-negara pesaing seperti Jepang dan Denmark.
Sebagaimana diketahui, dalam beberapa tahun terakhir, regenerasi bulu tangkis Indonesia menjadi pembahasan utama. Beberapa sektor mulai kehilangan konsistensi di level elite, terutama ganda campuran dan tunggal putra. Meski banyak pemain muda potensial, persaingan dunia kini jauh lebih sengit.
Di sinilah kegiatan komunitas yang digerakkan legenda dinilai memiliki peran strategis. Debby Susanto menyebut bahwa klinik seperti ini menjadi pintu masuk bagi banyak anak yang mungkin belum terjangkau pembinaan formal.
"Ketika anak-anak mendapat kesempatan dilatih dengan standar internasional meski hanya sehari, itu bisa mengubah cara mereka memandang proses latihan," kata Debby Susanto dalam kesempatan yang sama.
Sementara itu, Tommy Sugiarto menilai bahwa pembinaan berbasis komunitas turut memperluas peta pencarian bakat. Banyak atlet berbakat justru ditemukan dari turnamen amatir atau kegiatan lokal semacam ini sebelum menembus klub besar.
Untuk informasi juga, model klinik komunitas yang melibatkan atlet profesional bukan hal baru di dunia internasional. Jepang, Thailand, dan Denmark telah mengembangkan pola serupa untuk memperluas akses pembinaan berbasis masyarakat.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
