Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 03.40 WIB

Penyesalan Mendalam Rehan/Gloria Tersisih di Perempat Final All England 2025, Sedih dan Kesal Tampil di Luar Ekspektasi

Rehan/Gloria terhenti di babak perempat final All England 2025 usai kalah dari pasangan Tiongkok. (Dok: PBSI) - Image

Rehan/Gloria terhenti di babak perempat final All England 2025 usai kalah dari pasangan Tiongkok. (Dok: PBSI)

JawaPos.com - Perjuangan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja di All England 2025 terhenti di babak perempat final. Duet binaan PB Djarum itu merasa sangat menyesal, sedih, dan kesal karena tak mampu melaju ke semifinal dalam debutnya di turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut.

Rehan/Gloria harus menghentikan langkahnya di All England 2025 setelah menyerah dari pasangan Tiongkok, Feng Yan Zhe/Wei Ya Xin. Mereka mengakui ketangguhan pasangan unggulan kelima tersebut dengan 10-21, 14-21 di Utilita Arena Birmingham, Birmingham Inggris, Jumat (14/3).

Bagi Gloria, kekalahan ini sulit untuk diterima. Dia sampai menitikan air mata karena kalah dari Feng Yan Zhe/Wei Ya Xin. Menurutnya, meski kondisinya ternyata sedang tidak terlalu fit, tapi dia dan Rehan semestinya bisa melaju lebih jauh di All England 2025.

"Saya cukup emosional karena saya mencoba untuk melawan keadaan diri saya sendiri. Memang kondisi pasti drop sudah tiga minggu tapi saya melihat ada kesempatan. Ketika sudah berusaha, mencoba tapi tetap tidak bisa jadi kesal sendiri," tutur Gloria.

"Sebenarnya masuk perempatfinal sudah sangat bagus tapi seharusnya bisa lebih, ya namanya manusia memang tidak bisa membatasi limit-nya sendiri. Itu membuat tadi saya kurang bisa kontrol emosinya," katanya menambahkan.

Performa Rehan/Gloria memang tak baik. Mereka tampak kesulitan meladeni perlawanan Feng Yan Zhe/Wei Ya Xin. Diakui oleh mereka, permainan sang lawan sulit ditebak karena pasangan baru.

"Bila bicara pasangan Tiongkok, memang mereka pasangan baru juga walau hanya ditukar, tapi secara permainan ada perubahan. Polanya masih sulit ditebak," terang Rehan.

Terlepas dari itu, Rehan merasa pencapaian menembus perempat final di All England pertamanya bersama Gloria tidaklah buruk. Apalagi mereka sebelumnya juga berhasil menjadi runner-up di German Open 2025 dan Orleans Masters 2025.

Tapi, Rehan juga menyatakan bahwa ia dan Gloria tak cepat puas. Menurutnya masih banyak pekerjaan rumah yang harus diperbaiki agar bisa dan mampu berbicara lebih banyak lagi di turnamen-turnamen berikutnya.

"Alhamdulillah pertama kami bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan hari ini walau permainannya tidak sesuai ekspektasi, tidak sesuai yang kami inginkan. Kami bangga dengan hasil ini, kami apresiasi untuk diri kami sendiri," ucapnya.

"Untuk ke depan, kami sadar tidak akan mudah. Semua lawan sudah mengantongi kekuatan kami, sudah ada video-video pertandingan kami jadi kami harus terus meningkatkan kualitas, harus lebih berkorban lagi, harus lebih berani capek lagi," jelas Rehan menambahkan.

Setelah ini, Rehan/Gloria masih akan melakoni satu turnamen lagi untuk mengakhiri perjalanannya di tur Eropa. Yakni turun di Polish International Challenge (IC) 2025 pada 18-25 Maret nanti.

"Minggu depan kami masih ada tugas ke Polish International Challenge. Kami mau hasil terbaik, pasti mau juara juga. Kami boleh bersedih hari ini tapi besok sudah harus latihan lagi, fokus lagi ke turnamen itu," pungkas Rehan.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore