Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Agustus 2020 | 00.38 WIB

Indonesia Open Mendadadak Batal, PBSI Tunggu Penjelasan dari BWF

Winners Marcus Fernaldi Gideon (L) and Kevin Sanjaya (R) of Indonesia pose for photographs following their men - Image

Winners Marcus Fernaldi Gideon (L) and Kevin Sanjaya (R) of Indonesia pose for photographs following their men

 

 JawaPos.com - Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto masih melakukan komunikasi dengan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terkait dibatalkannya Indonesia Open 2020.

“Kami masih mencoba ingin mendapatkan penjelasan lebih detail terkait pembatalan ini. Di kalender baru BWF pada Kamis (27/8) ditulis kalau Indonesia Open dibatalkan, itu yang sedang kami tanyakan,” kata Budiharto ketika dihubungi JawaPos.com, Jumat (28/8).

Sebelumnya, pada Mei, BWF mengumumkan sisa kalender turnamen 2020, salah satunya Indonesia Open yang bisa digelar pada 17–22 November. Tetapi, baru-baru ini BWF membatalkan kejuaraan berperingkat Super 1000 itu.

"Kami menyanyakan secara konsep seperti apa. Masih ada beberapa hal yang harus ada penjelasan terlebih dulu. Mengenai nasib Indonesia Open, kami mau minta gambaran lebih lanjut,” tegas Budiharto. “Persiapan kami sudah lumayan. Kami juga sudah booking tempat dan sudah rapat dengan pengurus. Kenapa tiba-tiba dibatalkan,” tambahnya.

Sebelumnya, BWF memberikan jadwal kepada PBSI untuk menggelar Indonesia Open pada Juni 2020. Pandemi Covid-19 membuat agenda itu bergeser ke 17–22 November 2020.

Dalam perkembangan terbaru, BWF membatalkan seluruh agenda tersisa dan menetapkan dua turnamen yang bertajuk Asia Open I dan Asia Open II yang belum ditentukan tempatnya. Waktu pelaksanaan Asia Open I mengambil slot yang sebelumnya milik Indonesia Open.

Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund mengungkapkan bahwa menyusun jadwal baru adalah tugas yang sulit untuk merencanakan kembalinya turnamen bulu tangkis. Lund yakin kalender baru ini bisa memungkinkan untuk kembali menggelar kejuaraan dengan catatan kondisi alam dalam keadaan aman.

“Dalam kondisi pandemi seperti ini sulit untuk memprediksi negara-negara lain. Apakah setiap negara boleh menggelar turnamen tanpa penonton atau tidak. Tapi kami tidak akan melanjutkan kompetisi, kecuali benar-benar negara tersebut aman dari Covid-19,” kata Lund dikutip dari situs resmi BWF. Lund juga menuturkan bila kebijakan larangan perjalanan internasional dari tiap-tiap negara, menjadi salah satu kendala terbesar untuk memberikan gambaran terkait jadwal dimulainya kompetisi. (*)

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore