
Winners Marcus Fernaldi Gideon (L) and Kevin Sanjaya (R) of Indonesia pose for photographs following their men
JawaPos.com - Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto masih melakukan komunikasi dengan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terkait dibatalkannya Indonesia Open 2020.
“Kami masih mencoba ingin mendapatkan penjelasan lebih detail terkait pembatalan ini. Di kalender baru BWF pada Kamis (27/8) ditulis kalau Indonesia Open dibatalkan, itu yang sedang kami tanyakan,” kata Budiharto ketika dihubungi JawaPos.com, Jumat (28/8).
Sebelumnya, pada Mei, BWF mengumumkan sisa kalender turnamen 2020, salah satunya Indonesia Open yang bisa digelar pada 17–22 November. Tetapi, baru-baru ini BWF membatalkan kejuaraan berperingkat Super 1000 itu.
"Kami menyanyakan secara konsep seperti apa. Masih ada beberapa hal yang harus ada penjelasan terlebih dulu. Mengenai nasib Indonesia Open, kami mau minta gambaran lebih lanjut,” tegas Budiharto. “Persiapan kami sudah lumayan. Kami juga sudah booking tempat dan sudah rapat dengan pengurus. Kenapa tiba-tiba dibatalkan,” tambahnya.
Sebelumnya, BWF memberikan jadwal kepada PBSI untuk menggelar Indonesia Open pada Juni 2020. Pandemi Covid-19 membuat agenda itu bergeser ke 17–22 November 2020.
Dalam perkembangan terbaru, BWF membatalkan seluruh agenda tersisa dan menetapkan dua turnamen yang bertajuk Asia Open I dan Asia Open II yang belum ditentukan tempatnya. Waktu pelaksanaan Asia Open I mengambil slot yang sebelumnya milik Indonesia Open.
Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund mengungkapkan bahwa menyusun jadwal baru adalah tugas yang sulit untuk merencanakan kembalinya turnamen bulu tangkis. Lund yakin kalender baru ini bisa memungkinkan untuk kembali menggelar kejuaraan dengan catatan kondisi alam dalam keadaan aman.
“Dalam kondisi pandemi seperti ini sulit untuk memprediksi negara-negara lain. Apakah setiap negara boleh menggelar turnamen tanpa penonton atau tidak. Tapi kami tidak akan melanjutkan kompetisi, kecuali benar-benar negara tersebut aman dari Covid-19,” kata Lund dikutip dari situs resmi BWF. Lund juga menuturkan bila kebijakan larangan perjalanan internasional dari tiap-tiap negara, menjadi salah satu kendala terbesar untuk memberikan gambaran terkait jadwal dimulainya kompetisi. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
