
Tim ganda putri pelatnas PBSI menggelar acara gathering di Bogor.
JawaPos.com - Tim Ganda Putri Pelatnas PBSI punya cara ampuh untuk membangun kekompakan jelang rangkaian turnamen yang akan dihadapi tahun ini. Salah satunya dengan menggelar acara Gathering Tim Ganda Putri Pelatnas 2017 di Bogor hingga Rabu (18/1) mendatang.
Sebetulnya ini bukan kali pertama buat tim ganda putri berkumpul bersama dan mengadakan gathering. Setiap satu tahun sekali, mereka rutin mengadakan gathering. Namun ada yang berbeda dengan gathering kali ini.
Susunan tim ganda putri pelatnas 2017 mengalami perubahan seiring dengan adanya tim pelatih baru dan penghuni baru pelatnas di kelompok pratama. Maka dalam gathering ini dimanfaatkan untuk saling mengenal, mendekatkan, serta mempererat kebersamaan tim ganda putri.
Selain itu juga bakal diadakan sosialisasi program kepelatihan di sektor ganda putri. Uniknya paparan visi misi tak hanya dilakukan oleh tim pelatih, tetapi juga masing-masing atlet.
“Yang pasti program tiap tahunnya selalu dimodifikasi. Namun tujuan dan objektifnya tetap sama, untuk mempererat kebersamaan. Nanti akan ada sesi team bonding juga, karena di sektor ganda itu kekompakan penting sekali,” kata Eng Hian dalam rilis yang diterima JawaPos.com.
“Dalam acara kali ini juga akan ada paparan visi misi dari pelatih. Apa sih yang mau dicapai. Namun bukan cuma pelatih, tetapi atlet juga akan menyampaikan visi misi mereka menjadi bagian timnas di pelatnas,” sambungnya.
Saat berita ini diturunkan, tim ganda putri baru saja menyelesaikan sesi permainan untuk ice breaking dan menghilangkan penat setelah perjalanan dari Cipayung. Namun permainan yang dipimpin Ari Subarkah, pelatih fisik tim ganda putri, juga memiliki esensi tersendiri.
“Dalam tiap permainan itu akan terlihat karakter tiap atlet seperti apa. Ini bisa menjadi pengetahuan juga untuk para pelatih, terutama pemain-pemain yang baru masuk pelatnas. Untuk pemain-pemain senior, kami bisa melihat apakah ada kemajuan dari sebelumnya,” beber Eng Hian lagi.
Para atlet tampak begitu menikmati tiga sesi permainan ini, tawa mereka begitu lepas saat di antara mereka ada yang kalah bermain atau melakukan kesalahan. Mereka yang kalah juga dihukum berupa push up. Esensi dari permainan hari ini adalah melatih konsentrasi, intelegensi, kebersamaaan serta kekompakan. (ira/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
