Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 Januari 2025 | 15.48 WIB

Risiko Memotret Yang Hanya Ada di Permukaan

Coveer buku. - Image

Coveer buku.

Puisi lainnya, ”Dolok Sanggul, Malam” (hal 105), menceritakan Kota Dolok Sanggul, ibu kota Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Kota ini berada di kabupaten yang melahirkan penyair Sitor Situmorang dan Saut Situmorang, juga menjadi daerah awal peradaban manusia setelah Gunung Toba meletus dan menjelma Danau Toba.

Raudal hanya memotret Kota Dolok Sanggul, yang mungkin kebetulan sedang singgah di sana, pada suatu malam, di sebuah rumah makan. Adegan di rumah makan itu, ketika sopir angkutan umum bercerita dipalak (dimintai uang) oleh orang lain, bukan sesuatu yang hanya ada di Dolok Sanggul. Pemalakan terhadap sopir ada di mana-mana di negeri ini.

Padahal, di Dolok Sanggul, ada banyak hal yang tidak ada di mana-mana. Kota ini, pada masa kolonialisme, menjadi daerah alternatif pemasok budak (kuli) ke perkebunan tembakau di Deli Serdang ketika kuli dari Tionghoa, India, dan Jawa sering berulah dan tidak patuh pada mandor.

Pada dasarnya, sebagian besar puisi Raudal dalam buku ini memainkan fungsi fotografis dari kata. Raudal memberi tahu pembaca bahwa semua tempat punya cerita yang luar biasa. (*)

---

  • Judul: Jejak Lintasan
  • Penulis: Raudal Tanjung Banua
  • Penerbit: Akar Indonesia
  • Cetakan I: Oktober 2024
  • Jumlah: xii + 170 halaman

---

*) BUDI HUTASUHUT, Editor, peneliti, dan penulis

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore