Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Februari 2024 | 15.09 WIB

Pentingnya Metode Berpikir Sains

Cover Buku - Image

Cover Buku

Bias Konfirmasi

Menjadi seorang saintis tidak sertamerta menjadikan seseorang terbebas dari bias konfirmasi. Saintis juga manusia biasa yang tidak pernah lepas dari rasa bangga, cemburu, dan ambisi. Namun, setidaknya pola pikir sains memberikan filter yang rapat terhadap bias yang dihasilkan dari emosi-emosi tersebut.

Fenomena superioritas ilusi (illusory superiority) adalah salah satu bentuk bias konfirmasi yang paling umum, yaitu seseorang yang mempunyai kepercayaan diri berlebih dari kompetensinya, tanpa menyadari kelemahan yang dimilikinya. Bias konfirmasi ini biasa dinamakan sebagai efek Dunning-Kruger, diambil dari psikolog penemunya, David Dunning dan Justin Kruger.

Di era serbadigital ini, pengidap Dunning-Kruger menjadi pribadi yang paling berisik dan tersebar luas di media sosial. Keberadaan mereka sangatlah merepotkan karena mereka mempunyai pengikut yang banyak.

Contoh lain dari bias konfirmasi adalah sangat bergantung pada budaya. Kegagalan dalam satu tugas bagi warga AS sangat berpengaruh pada meningkatnya keengganan untuk menyelesaikan tugas berikutnya. Namun, sebaliknya orang Jepang akan berusaha lebih keras lagi setelah mereka mengalami kegagalan.

Dalam situasi seperti inilah metode berpikir sains sangat dibutuhkan. Bias konfirmasi akan sangat menjauhkan kita dari fakta yang objektif dan apa adanya. Dalam kadar yang lebih parah adalah ketika beberapa influencer pengidap Dunning-Kruger menjelaskan sesuatu yang salah dengan meyakinkan kepada semua pengikutnya dan menjadikannya viral. Hal itulah yang dulu membuat masyarakat enggan menjalankan protokol kesehatan saat pandemi sehingga tim medis merasa putus asa dan memunculkan tagar #Indonesiaterserah saking frustrasinya.

Dua Petuah

Dalam dua bab terakhir, Jim memberi pesan yang patut dihayati bagi pencinta sains dan orang-orang yang khidmat menghayati sains, yaitu agar tidak takut berubah pikiran dan tetap setia membela realitas. Sains tidak mengejar kebenaran absolut. Karena sifat bisa dibantah seperti itulah sains selalu membuka pintu untuk kritik dan revisi. Hal itulah justru yang menjadi pembeda sains dari dogma dan pseudosains yang tidak akan bisa menerima fakta yang bertentangan dengan apa yang mereka yakini.

Memahami realitas adalah tujuan dari sains. Ketika realitas bisa dipahami dengan sebaik-baiknya, kita akan lebih mudah mendapatkan solusi dari permasalahan-permasalahan pelik dalam kehidupan. Dalam hal ini, Jim satu barisan dengan Carl Sagan, Richard Dawkins, dan Matt Ridley tentang masa depan cerah sains yang akan membawa harapan, kedalaman makna hidup, dan sukacita. (*)

---

  • Judul: Sukacita Sains
  • Penulis: Jim Al-Khalili
  • Penerbit: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
  • Tahun: September 2023
  • Jumlah: 126 halaman
  • ISBN: 978-623-134-076-4

*) KUKUH BASUKI RAHMATAlumnus Magister Psikologi UGM dan anggota komunitas Radio Buku

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore