Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 21 Januari 2024 | 13.19 WIB

Kumpulan Legenda yang Menjelma Puisi Naratif

Cover Buku - Image

Cover Buku

Pendekatan fenomenologi, dari simbol, simbol jadi metafora, metafora jadi narasi sebagaimana Ricoeur mengarang Fallible Man, saya temukan pada pembacaan Uroboro Syekh Kholil Bangkalani karya Royyan Julian. Sastra lampau tercipta dari puisi: kidung, doa, ritus, lagu perpisahan untuk pahlawan, dan banyak lainnya adalah puisi naratif. Jadi, menurut saya, karya seperti ini bisa membawa Freud, William James, dan Ricoeur nongkrong bersama untuk mencapai kesepakatan.

Poetic Triplet

Poetic triplet sudah jadi barang langka dalam puisi modern. Akhir-akhir ini, banyak media massa yang menyebutnya ”a rare gem”. Dalam kumpulan puisi Uroboro Syekh Kholil Bangkalani, saya menemukan tidak hanya satu, ada dua poetic triplet. Salah satunya adalah:

”Seorang barid sultan tiba tanpa kur badar, rancak tabla, dan rampak rebana.” (hal 17)

Memang betul poetic triplet adalah senjata pemungkas yang dapat memberikan efek ganda atau bahkan multi untuk sebuah makna. Bukan, maksudnya bukan untuk kepentingan melebih-lebihkan, apalagi menggarami sebuah kenyataan. Menurut saya, pengolahan makna terasa lebih sukses tersampaikan dengan poetic triplet.

Selain itu, terdapat hal sangat mendasar dan tipikal yang ditemui pada puisi-puisi Royyan. Ada beberapa kawan pembaca yang bilang bahwa mereka khawatir akan kesulitan memahami diksi dan olahan kata Royyan. Biasanya mereka akan berujar, ”Bahasanya terlalu tinggi.”

Memang betul. Royyan Julian meramu kata demi kata menjadi makna yang cukup kompleks. Kadang, memahami sebuah dua buah kata harus menyisakan sedikit waktu untuk menengok kamus dan mencari padanan konseptualnya.

Misalnya, dalam kumpulan puisi ini, saya menemukan lima kosakata yang tidak saya ketahui artinya apa, 38 korpus baru yang tak pernah terbayangkan muncul di benak saya, dan potongan narasi tertentu yang harus saya baca tiga kali baru mengerti.

Seharusnya, usaha semacam itu sudah membuat pembaca dengan kesabaran setipis saringan tahu seperti saya naik pitam. Tapi, buku ini unik sekali. Bila dibaca, rimanya seperti komposisi lagu. Di beberapa puisi, juga terdapat rima yang berirama memberikan saya kesan yang sama ketika membaca horror and gore dalam puisi The Raven karya Edgar Allan Poe yang kelam dan solilokui Richard II karya Shakespeare. (*)

*) PUTRIYANA ASMARANI, Bookstagrammer berdomisili di Kota Malang

---

  • Judul buku: Uroboro Syekh Kholil Bangkalani
  • Kategori: Kumpulan puisi
  • Penulis: Royyan Julian
  • Penerbit: Basabasi
  • Cetakan I: Desember 2023
  • Tebal: 84 halaman; 12 x 19 cm
  • ISBN: 978-623-305-461-4
Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore