
COVER BUKU
Buku Ruang Tunggu: Puisi-Puisi 2018–2022 karya Handry TM ini menjadi catatan sekaligus kenangan ihwal perjalanan penyair dalam empat tahun menanggung sakit karena gagal ginjal.
antara kekal dan fana
kematian tak harus
dekat jaraknya
INI puisi pertama dalam kumpulan puisi 2018–2022 karya Handry TM. Puisi-puisi penyair Indonesia asal Semarang yang ditulis empat tahun terakhir ini disusun menjadi empat bagian: ”Embun” berjumlah 65 puisi, ”Pisau” (21 puisi), ”Tanah” (28 puisi), ”Airmata” (26 puisi). Kata pengantar ditulis Yudhistira ANM Massardi.
Bait terakhir puisi ”Arteriovenous Shunt” ini mengentakkan saya; bahwa penyair yang ketika menulis puisi ini bolak-balik ke rumah sakit untuk cuci darah menyadari ”kematian tak harus dekat jaraknya” sebab memang tak lagi berjarak!
Selengkapnya, puisi ”Arteriovenous Shunt” tersebut demikian:
darah mengalir dari pembuluh
mencari jalan keluar, karena darah
tak mengandung ruh atau jiwa,
keluar-masuk secara mekanik,
dari tubuh ke mesin, kembali lagi
pembuluh vena
dua celah saling bertaut,
menawarkan hidup dengan alat

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
