Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 November 2024, 14.56 WIB

Simbol Reflektif Perjalanan Senyap

Cover Buku. (Istimewa) - Image

Cover Buku. (Istimewa)

Di dalam kumpulan puisi Bilangan 60 ini sepertinya Wina Bojonegoro sedang melakukan ritual silent walking. Ia berjalan dalam senyap. Ia menghadirkan renungan kontemplatif untuk melahirkan anak kesadaran yang bernama puisi.

SILENT walking atau yang lebih kita kenal dengan jalan senyap sedang ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi tren. Tren ini lebih pada menstimulasi orang berjalan sendirian dan lebih bersifat membangkitkan kontemplasi.

Serupa meditasi sambil berjalan. Tujuannya, menghadirkan renungan dalam keheningan dan ketenangan pikiran yang berakar pada kesadaran. Dengan tidak mendengar apa pun, pejalan kaki tersebut lebih bisa fokus pada sensasi emosi dan pikiran.

Di dalam kumpulan puisi Bilangan 60 ini sepertinya Wina Bojonegoro sedang melakukan ritual silent walking. Ia berjalan dalam senyap. Ia menghadirkan renungan kontemplatif untuk melahirkan anak kesadaran yang bernama puisi.

Puisi-puisi yang berasal dari sensasi pikiran dan emosi yang telah ia endapkan. Pada akhirnya, puisi-puisi itu menjadi semacam simbol reflektif perjalanan senyap yang ia tempuh sepanjang hidupnya. Ia lebih dari sebatas hitungan angka usianya yang memasuki 60 tahun.

Puisi-puisinya merekam perjalanan hidup yang penting, baik untuk kita pembacanya, juga oleh sang penyair. Tema puisinya beragam, berbicara tentang cinta, sosial, keluarga, dan Tuhan. Anak-anak kesadarannya itu telah tumbuh menjadi profan, sakral, dan penting. Ia telah mengabadikan pengalaman dan mengukur kematangan dirinya.

Melalui bait-bait dalam puisi yang berjudul ”Doa”, kita bisa merasakan bagaimana ritual silent walking Wina Bojonegoro dilakukan. Senyap. Keheningan dan ketenangan batinnya telah merupa pertanyaan-pertanyaan esensial yang patut kita renungkan. Mari kita simak bait-bait puisinya:

Doa

(1)

Tuhan,

selamat malam

izin melapor:

tetangga sedang berhajat sunatan,

pelantang segede gaban disiapkan,

dua hari telingaku akan kepayahan.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore