Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Desember 2023 | 16.10 WIB

Menghidupkan Aksara Jawa dalam Imajinasi Anak-Anak

COVER BUKU - Image

COVER BUKU

Oleh REZANIA FITRIA, Mahasiswa Magister Sastra Universitas Gadjah Mada Awardee LPDP Kemenkeu

---

Buku Luru Gangsir (Mencari Jangkrik) berkisah tentang petualangan anak-anak dalam mencari jangkrik di alam bebas. Bisa membantu meningkatkan rasa kebersamaan dan kerja sama antara anak-anak. Juga, mengatasi ketakutan terhadap serangga.

SALAH satu bentuk kreativitas penggunaan aksara Jawa adalah kehadirannya dalam buku-buku anak bergambar. Penggunaan aksara Jawa dalam buku cerita bergambar adalah cara yang efektif untuk menggabungkan pendidikan, budaya, dan hiburan untuk anak-anak.

Stewig (1980 dalam Udasmoro, 2012) menamakan buku cerita bergambar sebagai picture storybook. Menurutnya buku cerita bergambar adalah buku yang cerita dan gambarnya memiliki nilai sama penting.

Dua elemen tersebut bekerja sama agar dapat menciptakan unit artistik yang sama kuatnya dibandingkan bila masing-masing elemen bekerja sendiri-sendiri. Gambar dikatakan memiliki kekuatan visual, sedangkan teks dikatakan memiliki kekuatan verbal. Kedua kekuatan, dengan caranya sendiri, bekerja sama membantu pembaca untuk memahami cerita, menjelaskan sesuatu, dan membentuk imajinasi.

Ketika membaca buku anak bergambar yang menggunakan aksara Jawa, anak-anak akan dibawa ke dalam dunia eksplorasi sejarah, nilai-nilai budaya, dan kekayaan bahasa Jawa. Integrasi aksara Jawa ke dalam sastra anak tidak hanya menjadi cara untuk memperkenalkan aksara daerah, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk merasa bangga dengan warisan budaya mereka sendiri.

Ketika anak-anak melihat huruf-huruf aksara Jawa yang indah dan berbeda dengan alfabet Latin, mereka akan tertarik untuk memahami dan mengenalinya. Salah satu produk buku cerita bergambar beraksara Jawa adalah Luru Gangsir karya Asti Mardianto.

Luru artinya mencari dan gangsir artinya jangkrik. Buku Luru Gangsir (Mencari Jangkrik) berkisah tentang petualangan anak-anak dalam mencari jangkrik di alam bebas. Mereka rela menyusuri jalan yang jauh, penuh lumpur, dan kotor.

Buku tersebut diterbitkan oleh Lingkarantarnusa, penerbit di Jogjakarta yang fokus dalam menerbitkan berbagai ’’wacan bocah” (bacaan anak) beraksara Jawa lengkap disertai terjemahan bahasa Indonesia dan Jawa. Buku cerita lain yang telah diterbitkan di antaranya; Ibu Ora Saré (2019), Mènèk Wit Jambu (2020), Ndherek Langkung (2021), Gleger (2022).

Dalam buku Luru Gangsir, terdapat tokoh utama Bayu dan Arum yang akan memberikan pengalaman tentang bermain di alam kepada anak-anak. Pembaca dapat belajar tentang siklus hidup jangkrik, habitat mereka, dan bagaimana serangga tersebut berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Petualangan mencari jangkrik melibatkan gerakan fisik, seperti merayap atau meraba-raba di antara tanaman atau rerumputan. Ini dapat membantu mengembangkan keterampilan motorik kasar dan halus pada anak-anak.

Mencari jangkrik beramai-ramai dapat meningkatkan rasa kebersamaan dan kerja sama antara anak-anak. Mereka dapat belajar bekerja sama, saling membantu, dan mengatasi ketakutan terhadap serangga. Hal ini dapat mengembangkan keberanian dan rasa ingin tahu terhadap dunia sekitar.

Contohnya bisa dilihat pada kutipan dialog antara Arum dan Bayu pada buku Luru Gangsir halaman 20–24:

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore