
CEO J&T Express Robin Lo. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Perusahaan logistik dituntut mampu bergerak cepat mengikuti pertumbuhan transaksi e-commerce. Bukan hanya soal mengantarkan paket, perusahaan juga harus memastikan jumlah kurir, kapasitas operasional, hingga proses penyortiran dapat menyesuaikan dengan lonjakan volume pengiriman.
Kondisi tersebut membuat pemanfaatan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI) dan data analitik, semakin penting dalam industri logistik. J&T Express menjadi salah satu perusahaan yang memanfaatkan teknologi tersebut untuk membaca pola pengiriman dan menyiapkan kebutuhan operasional sebelum paket tiba di wilayah tujuan.
CEO J&T Express Robin Lo mengatakan, teknologi sejak awal menjadi salah satu fokus perusahaan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus pelayanan kepada pelanggan.
"J&T Express ini dari awal sampai sekarang itu selalu menekankan teknologi untuk membantu efisiensi kita. Sehingga efisiensi ini juga bisa membantu customer kita, meningkatkan pelayanan kita supaya waktu yang kita kirim kepada customer itu lebih cepat dan lebih efisien," ujar Robin dalam media gathering J&T Express 11th Anniversary di Jakarta, Rabu (26/8).
Robin memberikan gambaran ketika paket dikirim dari Jakarta menuju Bali atau Nusa Tenggara. Sebelum paket tersebut tiba di wilayah tujuan, J&T Express dapat memanfaatkan data untuk memperkirakan kebutuhan sumber daya manusia yang diperlukan untuk menangani pengiriman melalui AI.
"Jadi kita bisa lihat, kita bisa tahu kayak paket-paket itu begitu datang kita sudah ada data-datanya bahwa paket yang banyak akan dikirimkan misalnya ke daerah mana," jelasnya.
"Contohnya dari Jakarta kita mau kirim ke daerah Bali atau Nusa Tenggara. Nah, di situ itu sebelum paket ini sampai di daerah tersebut kita biasanya sudah menyiapkan SDM yang cukup untuk mengirimkan paket-paket yang ada," lanjut Robin.
Menurut dia, kemampuan tersebut sulit dilakukan jika perusahaan hanya mengandalkan cara kerja konvensional. AI dan data analitik dibutuhkan agar jumlah tenaga operasional dapat disesuaikan dengan perkiraan volume paket di suatu wilayah.
"Tanpa adanya AI dan data-data analitik ini seperti zaman dulu kita tidak bisa melakukan hal ini. Karena kenapa? Kita butuh efisiensi," tuturnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022