
Ilustrasi perkebunan. (Istimewa)
JawaPos.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan sektor perkebunan memiliki daya tahan ekonomi yang sangat kuat sekaligus menjadi penopang perekonomian nasional. Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat pemberdayaan, perlindungan, dan pendampingan bagi jutaan petani.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Dirjenbun Kementan) Ali Jamil mengatakan, sektor perkebunan telah terbukti mampu bertahan menghadapi berbagai tekanan ekonomi, termasuk saat krisis 1998.
"Jangan menganggap perkebunan sebagai sektor yang rendah. Saat krisis 1998, masyarakat yang memiliki tanaman perkebunan masih bisa bertahan. Artinya, sektor ini memiliki daya tahan ekonomi yang sangat kuat," ujar Ali Jamil dalam Focus Group Discussion (FGD) Perkebunan: Kondisi Sosial Ekonomi Pekebun dan Hilirisasi Perkebunan Rakyat yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bersama Pemuda Tani HKTI, Rabu (1/7).
Pernyataan tersebut sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Juni 2026 yang mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor tanaman perkebunan rakyat mencapai 164,24 atau menjadi yang tertinggi dibandingkan subsektor pertanian lainnya.
Ali mengungkapkan, berdasarkan data BPS, subsektor perkebunan dijalankan oleh sekitar 10,87 juta rumah tangga usaha pertanian. Menurutnya, besarnya jumlah petani tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk terus memperkuat sektor perkebunan.
"Maka, penting memberdayakan, melindungi dan membimbing petani. Butuh kerja keras karena memang lebih dari 90 persen pelaku usaha perkebunan adalah petani rakyat sehingga perlu penguatan. Komoditas perkebunan kita potensinya sangat besar, luasannya, hasil produktivitasnya bagus. Permasalahan krusialnya adalah hasilnya masih didominasi raw material, rantai pasok belum terintegrasi dengan baik," tegasnya.
Dalam diskusi yang sama, Sekretaris Jenderal DPN Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Mudi meminta pemerintah memberikan perlindungan terhadap komoditas tembakau yang dinilai menghadapi berbagai tantangan regulasi.
Menurutnya, tembakau merupakan sumber penghidupan sekitar 2,5 juta petani yang tersebar di 14 provinsi dan menjadi komoditas utama saat musim kemarau.
"Tapi, bertubi-tubi ancaman aturan di tingkat nasional yang mau mematikan sumber penghidupan petani, mulai dari penyeragaman kemasan rokok, pembatasan kadar nikotin dan tar, sampai pelarangan bahan tambahan. Bagaimana bisa hilirisasi tembakau terwujud kalau tidak ada perlindungan?" katanya.

Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: The Stars and Stripes Tak Ingin Malu!
Prediksi Skor Belgia vs Senegal di Piala Dunia 2026: Setan Merah Emoh Angkat Koper Lebih Dulu!
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Prediksi Skor Inggris vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Harry Kane Cs Diprediksi Menang, Tapi Laga Berjalan Alot
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di Piala Dunia 2026: El Tri Difavoritkan Lolos ke 16 Besar!
Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion
Prediksi Susunan Pemain Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Adrien Rabiot Waspadai Lini Serang Lawan
