
Banyak perusahaan Jepang tak bisa tingkatkan ketahanan rantai pasok. Risiko penutupan pabrik meningkat. (ANTARA)
JawaPos.com - Hampir separuh dari perusahaan Jepang belum menerapkan langkah-langkah untuk melindungi rantai pasok mereka di tengah bencana dan ketegangan global, menurut survei terbaru dari Kantor Kabinet Pemerintah Jepang. Hal itu meningkatkan risiko terhadap penutupan pabrik atau gangguan logistik, yang dapat menghentikan produksi, serta berdampak pada perekonomian secara luas.
Dalam survei terhadap 1.759 perusahaan selama November dan Desember 2025, hanya 25,9 persen di antaranya yang menyatakan telah menerapkan langkah-langkah untuk memperkuat rantai pasok mereka.
Gangguan pada rantai pasok baru-baru ini mendorong beberapa perusahaan di bidang makanan harus mengubah kemasan produk mereka karena kekhawatiran akan pasokan nafta akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Jepang rentan terkena bencana alam, di mana gempa bumi besar pernah mengganggu aktivitas produksi di masa lalu.
Pemerintah Jepang pun berencana mendorong berbagai perusahaan untuk mengambil langkah-langkah, seperti mendiversifikasi pemasok dan menyebarluaskan lokasi produksi. Seorang pejabat Kabinet Pemerintah Jepang mengatakan perlu upaya lebih lanjut untuk "mencegah terhentinya aktivitas ekonomi" di negara itu.
Hasil survei itu menunjukkan responden yang belum mengambil langkah apapun terkait kondisi tersebut ialah 26,8 persen perusahaan besar dengan modal 1 miliar yen (sekitar Rp 110,5 miliar) atau lebih; 49,6 persen perusahaan menengah; dan 56,3 persen perusahaan kecil.
Survei tersebut juga menemukan bahwa perusahaan besar cenderung menerapkan langkah-langkah untuk memperkuat rantai pasok. Sekitar 45 persen perusahaan besar telah melakukan langkah-langkah tersebut; sedangkan perusahaan menengah baru 23,2 persen dan perusahaan kecil sekitar 21,8 persen.
Di antara perusahaan yang menyatakan telah mengambil langkah-langkah tersebut atau sedang mempertimbangkannya; 57,9 persen di antaranya menyebutkan "diversifikasi pemasok" merupakan langkah paling umum. Kemudian, komunikasi risiko dengan pemasok serta kerja sama antar-perusahaan dan dukungan timbal balik menjadi langkah selanjutnya yang diambil, menurut survei tersebut.
Sumber: Kyodo

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
