
Ilustrasi pabrik Gudang Garam, yang tengah diterpa isu PHK massal yang ramai di media sosial. (Istimewa)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri akhirnya angkat bicara mengenai isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal PT Gudang Garam Tbk, yang beredar luas (viral) di media sosial.
Kepala Bidang Hubungan Industrial, Syarat Kerja, dan Perlindungan Tenaga Kerja Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Tenaga Kerja (Dinkop UMTK) Kota Kediri Rohmat Setyo Rianto mengatakan bahwa pihaknya telah mendengar isu tersebut.
“Kami akan segera menghubungi pihak manajemen PT Gudang Garam Tbk agar isu tersebut segera bisa terklarifikasi,” ujar Rianto, dikutip dari Radar Kediri, Jawa Pos Group pada Senin (8/9).
Pemkot berjanji akan segera menindaklanjuti kabar yang beredar. Lebih lanjut, Rianto mengatakan bahwa seminggu yang lalu, pihaknya mendapatkan laporan PHK karyawan Gudang Garam, namun jumlahnya tidak banyak.
“Yang kami terima minggu kemarin belasan laporan PHK (karyawan Gudang Garam), ada yang karena alasan pelanggaran ada pula yang efisiensi,” sambung Rianto, tanpa merinci asal laporan tersebut.
Sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan kabar PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) massal di PT Gudang Garam, pabrik rokok legendaris di Jawa Timur. Momen karyawan berpamitan pun tersebar luas di media sosial.
Salah satunya dibagikan oleh akun Instagram @inijawatimur. Akun dengan 421 ribu pengikut itu mengunggah ulang konten video yang dibagikan karyawan Gudang Garam, akun TikTok @adion._87.
"Dunia kerja sedang tidak baik baik saja. 14 tahun sudah perjalanan bersama PT Gudang Garam. Bukan hal yang mudah menerima keputusan PHK ini," tulis dalam caption, dikutip Sabtu (6/9).
Dalam video berdurasi satu menit 18 detik, tampak para karyawan berbaris rapi dan saling berjabat tangan. Wajah mereka lesu. Beberapa dari mereka bahkan menyeka air mata saat berpamitan.
"Sepurane sing akeh, sehat-sehat, ya," ucap seorang karyawan laki-laki tinggi berseragam merah-biru, sambil berpamitan dan memeluk temannya. Wajahnya tersenyum, namun nada getirnya tak bisa disembunyikan.
Radar Kediri Jawa Pos Group pun telah menghubungi Humas PT Gudang Garam Tbk, Iwhan Tricahyono untuk mengkonfirmasi kebenaran narasi PHK massal yang viral di media sosial.
Namun, Iwhan belum banyak menyampaikan komentar. “Mohon waktu. Sementara kami belum mendapat arahan untuk hal dimaksud,” tukas Iwhan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
