Media briefing yang diselenggarakan oleh CBRE dan Turner & Townsend di Jakarta/(Dimas Choirul/ Jawapos.com).
JawaPos.com – Ledakan e-commerce yang melanda Asia dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah peta permintaan logistik dan ruang pergudangan.
Indonesia dengan jumlah pengguna digital yang masif. Kebutuhan distribusi hingga ke pelosok daerah dipandang sebagai pasar yang sangat potensial oleh para pelaku industri properti dan konstruksi global.
Divisional President India, Southasia, Middle East & Africa di CBRE, Anshuman Magazine menegaskan bahwa e-commerce menjadi katalis utama yang mendorong kebutuhan warehousing di Indonesia.
“Mulai dari warehousing, itu pasti akan berkembang. Jika kita melihat di banyak ruang Asia, terutama karena e-commerce, karena orang membeli dari rumah, itu mengubah seluruh pasar. Dan itu memberikan tekanan besar ke ruang logistik,” ujarnya dalam acara media briefing yang diselenggarakan CBRE Indonesia di Jakarta, Kamis (21/8).
Baca Juga: Layanan Pengiriman Berpendingin KAI Logistik Tumbuh 16 Persen, Didominasi Rute Surabaya-Jakarta
Menurut dia, tren ini tidak hanya menciptakan permintaan gudang berukuran besar, tetapi juga fasilitas pergudangan skala kecil di dalam kota. Hal ini sejalan dengan pola belanja konsumen yang menuntut kecepatan layanan.
“Di Indonesia, e-commerce tertinggi, orang membeli dari rumah di daerah, logistik tetap di sini, formatnya akan berbeda. Jadi kita akan melihat ekspansi besar di logistik, dalam kota dan di daerah lain, terutama karena e-commerce,” tambah Anshuman.
Selain logistik, sejumlah sektor manufaktur juga dinilai akan memperkuat ekspansi kapital di Indonesia. “Secara umum, tekstil, auto, farmaseutik, produk-produk kehidupan, hingga elektronik adalah area yang akan berkembang. Karena talenta dan teknologi yang lebih baik, manufaktur di Indonesia akan meningkatkan jangkauan nilai, daripada sekadar manufaktur dasar,” jelasnya.
Sementara itu, Head of Real Estate Asia di Turner & Townsend, menilai distribusi logistik menjadi tantangan sekaligus peluang investasi. Di mana, menurutnya perusahaan logistik jangan hanya fokus di Jakarta saja, melainkan tersebar di seluruh pulau.
“Banyak perkembangan yang terjadi di sini sebenarnya berdasarkan demografi dan karakteristik Indonesia. Pertanyaannya, bagaimana saya bisa mengembalikan sesuatu (barang) di Toraja, Balikpapan, atau Papua? Itu sebabnya investasi bukan hanya di Jakarta, tapi juga di manufaktur dan fasilitas logistik yang muncul di bagian lain di pulau,” katanya.
Lebih lanjut dia menambahkan, upaya pemerintah mengembangkan kawasan industri baru seperti di Batang, Jawa Tengah, akan mempercepat penyebaran pembangunan ke luar Jawa Barat dan Jakarta.
“Jika anda melihat Surabaya, Semarang, Palembang, ini adalah pasar besar. Pembangunan industri yang sedang muncul, dan jika anda melihat inisiatif pemerintahan mengenai pembangunan industri, itu benar-benar menarik,” ujar Sumit.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
