Goh Cheng Liang, konglomerat asal Singapura, meninggal dunia di usia 98 tahun. (istimewa)
JawaPos.com - Konglomerat asal Singapura, Goh Cheng Liang dilaporkan meninggal dunia dalam usia ke-98 tahun, pada hari ini, Selasa (12/8). Hal ini sebagaimana disampaikan langsung oleh pihak keluarga.
"Meninggal pagi ini dengan keluarga di sisinya," kata pihak keluarga, sebagaimana dikutip dari The Straits Times, Selasa (12/8).
Untuk diketahui, Goh Cheng Liang merupakan pendiri Wuthelam Group dan pemegang saham utama perusahaan asal Jepang, yakni Nippon Paint. Orang terkaya di Singapura ini tercatat memiliki kekayaan bersih mencapai USD 13 miliar atau setara Rp 211,4 triliun (kurs dollar Rp 16.259).
Dilaporkan, Goh Cheng Liang merupakan sosok yang tumbuh dalam kehidupan sederhana. Bahkan, selama 12 tahun pertama dalam hidupnya, ia pernah menyewa sebuah rumah toko atau ruko di kawasan River Valley Road.
Diketahui, harga ruko yang disewa tersebut hanya senilai USD 3 per bulan. Selama tinggal di rumah tersebut, Goh Cheng bersama tiga saudara perempuan, seorang saudara laki-laki dan juga orang tuanya.
Kemudian, ketika Perang Dunia II meletus, orang tuannya mengirim Goh Cheng Liang pergi ke Muar, Johor, untuk membantu saudara iparnya dalam menjual jaring ikan. Selanjutnya, pada 1949, ia disebut telah mendirikan perusahaan cat bermerek Pigeon yang kemudian berkembang dan menjalin kemitraan dengan Nippon Paint.
Seiring berjalannya waktu, kemudian ia mendirikan Wuthelam Holdings hingga kemudian berhasil menguasai hampir 60 persen saham Nippon Paint. Tak hanya dikenal sebagai konglomerat, Goh juga merupakan seorang dermawan yang kerap mendanai penelitian medis, khususnya pengobatan kanker.
Selain itu, Goh juga kerap menyiapkan beasiswa bagi keluarga kurang mampu dan selalu menyumbangkan bantuan ke berbagai lembaga kesejahteraan.Pada tahun 1995, dengan dibantu mendiang Presiden Singapura, Wee Kim Wee, ia mendirikan Pusat Kanker Nasional Singapura (NCCS). Sebagai penyintas kanker, ia turut memperjuangkan penelitian reumatologi dan imunologi melalui program ARiSE di Rumah Sakit Umum Singapura.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
