Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 Agustus 2025 | 04.13 WIB

Salah Satu Orang Terkaya di Singapura, Pendiri Nippon Paint, Goh Cheng Liang Meninggal Dunia di Usia 98 Tahun

Goh Cheng Liang, konglomerat asal Singapura, meninggal dunia di usia 98 tahun. (istimewa)

JawaPos.com - Konglomerat asal Singapura, Goh Cheng Liang dilaporkan meninggal dunia dalam usia ke-98 tahun, pada hari ini, Selasa (12/8). Hal ini sebagaimana disampaikan langsung oleh pihak keluarga.

"Meninggal pagi ini dengan keluarga di sisinya," kata pihak keluarga, sebagaimana dikutip dari The Straits Times, Selasa (12/8).

Untuk diketahui, Goh Cheng Liang merupakan pendiri Wuthelam Group dan pemegang saham utama perusahaan asal Jepang, yakni Nippon Paint. Orang terkaya di Singapura ini tercatat memiliki kekayaan bersih mencapai USD 13 miliar atau setara Rp 211,4 triliun (kurs dollar Rp 16.259).

Dilaporkan, Goh Cheng Liang merupakan sosok yang tumbuh dalam kehidupan sederhana. Bahkan, selama 12 tahun pertama dalam hidupnya, ia pernah menyewa sebuah rumah toko atau ruko di kawasan River Valley Road.

Diketahui, harga ruko yang disewa tersebut hanya senilai USD 3 per bulan. Selama tinggal di rumah tersebut, Goh Cheng bersama tiga saudara perempuan, seorang saudara laki-laki dan juga orang tuanya.

Kemudian, ketika Perang Dunia II meletus, orang tuannya mengirim Goh Cheng Liang pergi ke Muar, Johor, untuk membantu saudara iparnya dalam menjual jaring ikan. Selanjutnya, pada 1949, ia disebut telah mendirikan perusahaan cat bermerek Pigeon yang kemudian berkembang dan menjalin kemitraan dengan Nippon Paint.

Seiring berjalannya waktu, kemudian ia mendirikan Wuthelam Holdings hingga kemudian berhasil menguasai hampir 60 persen saham Nippon Paint. Tak hanya dikenal sebagai konglomerat, Goh juga merupakan seorang dermawan yang kerap mendanai penelitian medis, khususnya pengobatan kanker.

Selain itu, Goh juga kerap menyiapkan beasiswa bagi keluarga kurang mampu dan selalu menyumbangkan bantuan ke berbagai lembaga kesejahteraan.Pada tahun 1995, dengan dibantu mendiang Presiden Singapura, Wee Kim Wee, ia mendirikan Pusat Kanker Nasional Singapura (NCCS). Sebagai penyintas kanker, ia turut memperjuangkan penelitian reumatologi dan imunologi melalui program ARiSE di Rumah Sakit Umum Singapura.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore