
Ilustrasi nongkrong di kafe. (Pexels/Photo by Helena Lopes)
JawaPos.com - Polemik kewajiban membayar royalti saat memainkan musik di restoran dan kafe terus memanas. Hal tersebut mendapat tanggapan beragam. Humas Asosiasi Pengusaha, Kafe, dan Restoran Indonesia (Apkrindo) Jatim Haka Wallesa turut berkomentar. Ia mengaku, kondisi ini cukup membingungkan bagi pengelola restoran dan kafe.
Kondisi ekonomi yang belum stabil membuat pengelola merasa cukup keberatan. "Kondisi kami cukup terhimpit kena sana sini," jelasnya. Padahal, selama ini pemilik kafe dan restoran biasanya sudah mengalokasikan biaya untuk berlangganan layanan streaming musik digital. Artinya, mereka tak serta merta menggunakan layanan gratisan.
Sementara polemik berjalan, para pengelola memutuskan memberhentikan permainan musik. Bukan hanya musik, tapi juga instrumen suara aliran air, atau kicauan burung pun dihentikan. "Infonya yang begitu juga sudah diwacanakan bayar royalti. Jadi sekarang background suara kami isinya anak pengunjung rewel atau suara alat masak," ucapnya kemudian terkekeh.
Padahal, penggunaan musik selama ini menjadi cara membangun ambience dan kenyamanan bagi pengunjung. Harapannya, pengunjung lebih rileks sembari menikmati santapan.
Haka juga menyoroti penyaluran royalti. Apakah benar pembayaran royalti nanti sampai ke musisi asli. "Apalagi kalau memainkan musik luar negeri, nah ini benar sampai tidak?" ucapnya. Dia berharap pemerintah bisa memberikan ketegasan terkait polemik ini. Tentunya, mempertimbangkan seluruh pihak.
"Karena di pelaku FnB sekarang rasanya seperti semua aspek dicari-cari ruang untuk menarik uang lagi, sedangkan kami sudah bayar pajak, memenuhi kewajiban gaji UMR untuk pegawai," jelasnya.
Bagaimana dengan warung kopi yang memainkan musik lewat akun YouTube. Apakah kebijakan tersebut juga teraplikasi untuk mereka. "Nah ini mereka bayar pajak saja belum tentu, apalagi diminta royalti, jadi kami harap ada keadilan jugalah," tegasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
