
Direktur Utama Pelni, Tri Andayani. (Istimewa)
JawaPos.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT Pelni (Persero) mengungkapkan bahwa operasional angkutan kapal logistik mampu menurunkan harga pangan hingga 45 persen di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP). Hal ini sebagaimana sesuai dengan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) di masing-masing daerah yang dilewati oleh trayek-trayek penugasan Pelni.
Direktur Utama Pelni Tri Andayani menyebut, di Indonesia Timur sendiri kapal penugasan angkutan logistik telah memberikan dampak penurunan harga 5-10 persen. "Sedangkan untuk wilayah Indonesia Tengah berdampak terhadap penurunan harga pangan sebesar 10-30 persen. Di Indonesia Timur memberikan dampak penurunan harga 15-45 persen," kata Tri Andayani dalam konferensi pers di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/7).
Lebih lanjut, dia membeberkan khusus ke Indonesia Timur, kapal angkutan logistik Pelni selain mengangkut kebutuhan barang pokok, seperti beras, tepung terigu, gula, minyak goreng, daging sapi, daging ayam. Tapi juga, kata Anda begitu akrab disapa, Pelni juga turut mengangkut paling banyak kedelai, cabai rawit, dan bawang merah.
Selain bahan pangan, Anda juga mengatakan, angkutan logistik yang diangkut Pelni ke wilayah Indonesia Timur, termasuk bahan baku konstruksi, seperti semen, besi baja, triplek. "Kemudian di wilayah Indonesia Tengah juga sama, kalau di Indonesia Tengah ada pupuk, kalau kemudian di Indonesia Timur selain bahan baku konstruksi, pupuk juga ada gas LPG yang kami bawa ke arah Timur," jelasnya.
Kendati begitu, Anda membeberkan bahwa terdapat tantangan yang dihadapi Pelni dalam program angkutan logistik ini. Pasalnya, persentase arus balik barang dari daerah tidak sebanding dengan muatan yang diangkut dari pelabuhan besar, seperti Jakarta.
Secara persentase, Anda menyampaikan muatan arus balik saat ini sudah mencapai 30 persen. Jauh meningkat dibandingkan dengan awal-awal program ini dijalankan pada tahun 2015, karena masih tercatat 0 persen.
Menyoal tantangan ini, ia berharap agar pemerintah setempat yang wilayahnya disinggahi oleh angkutan logistik Pelni, bisa ikut berpartisipasi dengan mengajak stakeholder terkait melakukan distribusi barang dari daerah ke kota-kota besar.
"Kalau kita bicara ke sana 50 persen, ke sini kan juga harus 50 persen. Nah ini sudah mencapai 30 persen. Jadi harapan saya sih mestinya harapan saya itu kalau pemerintah setempat ya, khususnya yang dilewati oleh jalur kapal-kapal logistik ini, itu lebih berkolaborasi lagi dengan stakeholder terkait. Sehingga efektivitas dari kapal-kapal penugasan logistik ini menjadi lebih tinggi," pungkasnya.
Sumber foto: Nurul F/JawaPos.com
Caption: Direktur Utama Pelni Tri Andayani (tengah) saat konferensi pers di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (24/7).

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
