
General Manager Brand Marketing ExxonMobil Lubricants Indonesia Norman Ikhsan saat acara Kunjungan Media ke Fasilitas Produksi Pelumas di Cilegon, Banten, Selasa (24/6). (Nurul F/JawaPos.com)
JawaPos.com - PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (EMLI) memastikan bahwa bisnis pelumas di tanah air pada tahun 2025 masih tetap positif di tengah ketidakpastian ekonomi dan kondisi geopolitik yang kian memanas.
General Manager Brand Marketing ExxonMobil Lubricants Indonesia Norman Ikhsan mengatakan hal ini seiring dengan optimisme pemerintah Indonesia terhadap perekonomian yang akan terus bertumbuh positif di tengah fluktuasi geopolitik.
"Sebenarnya sih kita tetap mengikuti pemerintah ya. Artinya, kita tetap bertumbuh positif. Indonesia lubricants itu tetap bertumbuh positif dan itu showing ke pencapaian kita," kata Norman saat acara Kunjungan Media ke Fasilitas Produksi Pelumas di Cilegon, Banten, Selasa (24/6).
"Kita juga melihat, itu kan (kondisi geopolitik) fluktuatif. Ke depan saya rasa negara kita tetap akan bertumbuh positif dan industri pelumas tetap memberi kontribusi positif juga," tambahnya.
Lebih lanjut, Norman juga menyebut, strategi ExxonMobil ke depan masih akan fokus terhadap teknologi terbaik di Indonesia. Selain itu juga, perusahaan akan terus menyasar pada kebutuhan produk di sektor pertambangan atau mining dan juga industri manufaktur.
Bahkan, dari sisi produksi perusahaan masih terus berupaya untuk terus bertumbuh sampai dengan mencapai dua digit. Tidak menyebutkan secara pasti, namun ia optimis akan masih mencapai angka tersebut di tengah ketidakpastian ekonomi ini.
"Strategi kita menyasar di produk atau di sektor mining dan manufacturing. (Soal peningkatan produksi) kita tetap bertumbuh terus dan sampai double digit ya," jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, President Director PT Federal Karyatama (FKT), Navasivayam Sivakumar mengatakan di tengah ketidakpastian ekonomi ini pihaknya akan terus mengikuti kebijakan pemerintah Indonesia. Terlebih, pemerintah Indonesia masih optimistis terhadap pertumbuhan ekonomi dan GDP.
Sejalan dengan itu, ia juga mengaku optimistis bahwa permintaan pelumas di sektor industri juga akan tetap mendongkrak pertumbuhan bisnis di sepanjang tahun ini, selain dari sisi otomotif.
"Kami tidak hanya membidik industri otomotif, tapi kita juga memiliki pasar pelumas di sektor industri yang masih bertumbuh. Bahkan, masih tercatat banyak permintaan pelumas untuk sektor pertambangan. Jadi, kami tetap mengikuti rencana pemerintah, karena banyak perkembangan ini juga bergantung pada kebijakan pemerintah," pungkasnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
