Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juni 2024 | 00.41 WIB

Untuk Mahasiswa yang Cuma Nongkrong tapi Nggak Pesan, Pemilik Kafe di Jogja: Kalau Kalian Order Otomatis Bantu Ekonomi Rakyat

Bisnis coffee shop adalah salah satu yang diminati kalangan milenial saat membuka usaha. (Pixabay) - Image

Bisnis coffee shop adalah salah satu yang diminati kalangan milenial saat membuka usaha. (Pixabay)

JawaPos.com -  Agus Arya sedih pendapatan dari bisnis kafenya di Jogjakarta sedikit, karena ulah para pengunjung yang didominasi mahasiswa mengerjakan tugas kuliah atau berdiskusi, namun jarang yang beli atau melakukan order. Curatan hati Agus Arya atas apa yang dialaminya ini viral di media sosial dan mendapat simpati dari publik.

Dia mengatakan etikanya, para pengunjung yang datang sebaiknya melakukan order. Jika tak punya banyak uang, bisa memilih menu yang murah dengan harga terjangkau.
 
"Kan nggak semua barang mahal, ada yang murah juga. Masak iya ngerjain tugas di kafe nggak bawa uang? Kalau nggak bawa uang kenapa harus ngerjain tugas di kedai kopi," keluh Agus Arya dalam video yang viral di media sosial.
 
Dia pun memberikan penggambaran betapa sedihnya membuka usaha kafe di Jogjakarta. Dari 10 sampai 20 orang mahasiswa dan mahasiswi yang datang ke kafe, biasanya hanya 5 orang saja yang memesan. Sisanya, ada yang membawa minuman luar atau tidak berbelanja sama sekali.
 
"Kalau kalian order di kafe tersebut, kalian otomatis membantu ekonomi rakyat. Karena secara otomatis kafe tersebut biaya operasional akan tercukupi dan gaji karyawan juga lancar," tuturnya.
 
Yang juga menjengkelkannya pada saat kafenya sudah mau tutup, sejumlah pengunjung yang biasanya mahasiswa dan mahasiswi masih belum mau bubar karena masih mengerjakan tugas kuliah. "Kalau kedai sudah closing minta tolong besok lagi. Masak iya kita mau bersih bersih harus tunggu tugas kalian selesai dulu. Disuruh order nggak mau, ketika closing disuruh pergi susah, keesokan harinya ninggal sampah," katanya.
 
Dari banyaknya sampah yang berserakan di kafe setelah tutup, Agus Arya meyakini sejumlah mahasiswa dan mahasiswi tersebut sebenarnya bukan tidak punya uang. Sayangnya mereka membeli makanan dan minuman dari tempat lain.
 
Kepada JawaPos.com, Agus Arya mengatakan keluhan yang diunggahnya di media sosial dan viral sebenarnya tidak hanya mewakili keresahannya pribadi. Karena banyak pemilik kafe dan kedai kopi di Jogjakarta mengeluhkan hal yang sama.
 
Dia pun berharap setelah viralnya video itu, dapat mengubah perilaku para pengunjung ketika datang ke kafe atau kedai kopi di Jogja. "Sebenarnya banyak pelaku usaha khususnya di Jogja mengeluhkan hal tersebut. Harapannya oknum-oknum tersebut sadar dan tidak seperti itu lagi," katanya.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore