PERLUAS JARINGAN: Product Director Aafiyah Herbal Ray Asmoro dan Apoteker Fradita Ramadhini Nurindah saat mengenalkan produk herbal di Pabrik Herbacore Wringinanom Gresik.
JawaPos.com - Pelaku industri obat herbal di Indonesia terus berupaya untuk menggarap potensi yang ada. Produsen obat herbal berupaya menggarap pasar retail di Jatim. Untuk itu, mereka berupaya memperluas jaringan melalui komunitas.
Product Director Aafiyah Herbal Ray Asmoro mengatakan, Indonesia mempunyai masalah kesehatan yang besar. Terutama, terkait penyakit degeneratif. Penyakit tersebut biasanya terjadi karena penurunan fungsi atau kerusakan struktur tubuh yang terjadi secara bertahap.
’’Biasanya, kalau usia seseorang mencapai 40 tahun, mereka pasti punya salah satu atau bahkan beberapa penyakit degeneratif,’’ ungkapnya saat peluncuran Aafiyah Herbal di Gresik pekan lalu.
Dia mencontohkan pengidap kolesterol tinggi yang mencapai 35 persen dari populasi Indonesia. Atau, 60 juta penduduk Indonesia yang terdiagnosis hipertensi. Bahkan, peringkat Indonesia sebagai negara dengan populasi pasien diabetes terbesar di dunia mencapai lima besar.
Obat herbal, lanjut dia, menjadi salah satu solusi untuk penyakit degeneratif tersebut. Mereka mengatakan produk-produk tradisional berfungsi untuk memperbaiki organ yang terganggu.
’’Memang prosesnya cukup memakan waktu. Itu karena pemulihan fungsi organ tak bisa seminggu dua minggu saja,’’ paparnya.
Karena itu, pihaknya meluncurkan enam produk untuk mengincar potensi tersebut. Yakni, kolesterol, hipertensi, Gerd, Diabetes, Asam Urat, dan Kanker. Pihaknya mengaku sudah melakukan uji coba untuk mengetes efek terhadap pengidap penyakit tersebut.
Selain itu, pihaknya pun berupaya untuk mencapai standar tinggi. Misalnya, sertifikasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Dia mengatakan dari 1.200 pabrik obat tradisional yang ada di Indonesia, pabrik yang sudah mendapatkan sertifikat tersebut hanya sekitar 50 saja.
’’Kami sudah siapkan semua. Termasuk sertifikat HACCP jika produk kami harus diekspor,’’ ungkapnya.
Soal pemasaran, dia mengaku lebih fokus untuk menggandeng komunitas dengan model bisnis agen reseller. Menurutnya, cara ini lebih efisien dibandingkan dengan pemasaran massal ke pertokoan dan apotek.
Hal tersebut karena pasar obat herbal biasanya lebih banyak untuk lingkup keluarga. Karena itu, pihaknya justru menggandeng praktisi pengobatan tradisional seperti bekam dan pijat tradisional untuk menjadi agen reseller-nya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
