Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Juli 2023 | 15.26 WIB

Anak Usaha IMAS, Wahana Inti Selaras Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun dengan Kupon hingga 9 Persen

Ilustrasi karyawan memantau pergerakan harga saham di salah satu Sekuritaa di Jakarta, Kamis (26/1/2023). - Image

Ilustrasi karyawan memantau pergerakan harga saham di salah satu Sekuritaa di Jakarta, Kamis (26/1/2023).

JawaPos.com - Pemain utama dealer alat berat dari PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) yakni PT Wahana Inti Selaras (WISEL) berencana melakukan Penawaran Umum Obligasi II Wahana Inti Selaras Tahun 2023 dengan target nilai penerbitan sebanyak-banyaknya Rp 3 triliun, yang akan dibagi dalam tiga tenor penerbitan yakni 370 hari, 3 tahun, dan 5 tahun. Obligasi WISEL ini telah mendapatkan peringkat rating idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

Dalam public expose, yang digelar kemarin Kamis (13/7), obligasi Seri A yang bertenor 370 hari ditawarkan dengan rentang kupon 6,15 persen-7 persen per tahun. Sedangkan, obligasi Seri B yang bertenor 3 tahun ditawarkan dengan kupon di kisaran 7,15 persen sampai 8,15 persen per tahun.

Dan, obligasi Seri C dengan tenor 5 tahun ditawarkan dengan kupon 8,15 persen hingga 9 persen per tahun. "Pembayaran bunga akan dilakukan triwulanan dan pokok obligasi akan dibayarkan pada saat jatuh tempo sesuai dengan tenornya masing-masing," tulis WISEL dalam keterangan resmi.

Dalam penerbitan obligasi kali ini, Wahana Inti Selaras telah menunjuk beberapa Penjamin Pelaksana Emisi yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT Aldicitra Sekuritas Indonesia, PT BNI Sekuritas, PT Buana Capital Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk. Sedangkan yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.

Dana obligasi rencananya dialokasikan untuk membiayai modal kerja perseroan dan lima anak usaha yaitu PT Indotruck Utama (ITU), PT Indo Traktor Utama (INTRAMA), PT Eka Dharma Jaya Sakti (EDJS), PT Prima Sarana Gemilang (PSG), dan PT Prima sarana Mustika (PSM). Membaiknya ekonomi pascapandemi khususnya di sektor usaha pertambangan, konstruksi, dan perkebunan mendorong peningkatan anggaran belanja (budget) alat berat (heavy equipment) untuk ketiga sektor tersebut.

Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) menyebut pertumbuhan bisnis alat berat diperkirakan sekitar 30-40 persen pada 2022 dan akan terus berlanjut tahun ini. Dengan prospek pertumbuhan yang positif ini, pemerintah dan pelaku usaha terus melakukan evaluasi untuk mencanangkan belanja modal yang lebih besar.

Model bisnis WISEL berfokus pada bidang penjualan dan layanan purnajual alat berat dari beberapa merek besar seperti Volvo, Renault Trucks, SDLG, Kalmar, Manitou, dan John Deere. Di samping itu WISEL juga merupakan perwakilan resmi distribusi beberapa merek lain seperti HIAB, Morooka, Volvo Penta, Bandit, Zoomlion, dan lain-lain.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore