
Taruli Operational Director PT Satoria Agro Industri (kedua dari kiri) saat berkeliling pabrik bersama Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena (kanan). (Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)
JawaPos.com - Potensi pasar industri makanan baik di dalam negeri maupun di pasar internasional masih terbuka. PT Satoria Agro Industri memperkuat bisnis industri makanan dan produk nutrisi pada tahun depan.
Presiden Direktur Satoria Group Alim Satria mengatakan penjualan produk makanan di pasar domestik terus mengalami peningkatan. Satoria Group melalui PT Satoria Agro Industri memproduksi makanan, produk nutrisi, dan perasa makanan. Penjualan di dalam negeri terus mencatat pertumbuhan. Selain itu pihaknya juga telah melakukan ekspansi dengan ekspor ke Asia Tenggara, South Korea, China dan Mongolia.
''Pada 2021 perusahaan kami telah menyiapkan kapasitas produksi baru, sehingga total kapasitas produksi kami sebesar 24.000 ton per tahun untuk produksi regular maupun tender kebutuhan pemerintah,'' katanya Selasa (15/12).
Ke depan, kapasitas produksi akan terus ditingkatkan. Hingga 2023 ditargetkan bisa sampai dengan 120.000 ton per tahun. Langkah itu sekaligus bagian dari rencana perusahaan untuk melantai di bursa dengan melakukan IPO (Initial Public Offering).
Selain menambah kapasitas produksi, perusahaan juga akan melakukan pengembangan produk baru seperti biskuit nutrisi untuk calon jemaah haji dan biskuit untuk ransum TNI. Pada tahun ini pihaknya menjadi salah satu mitra pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI untuk melakukan pengadaan makanan tambahan bagi ibu hamil berupa biskuit sejumlah 1288 ton.
Selain pabrik makanan, Satoria Group melalui PT Satoria Aneka Industri memproduksi cairan infus dan ampoule. Saat ini memiliki total kapasitas produksi cairan infus yang tergabung di dalam line 1 dan line 2 sebesar 110 juta botol per tahun, selain itu line 3 memproduksi small volume ampoule dengan kapasitas 50 juta botol per tahun.
Baca Juga: Gara-gara Syarat Rapid Antigen, Refund Tiket Tembus Rp 317 Miliar
Dalam kunjungannya, Wakil Ketua Komisi IX Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi inovasi yang dilakukan PT Satoria Aneka Industri dengan mempelopori teknologi kemasan botol terbaru dengan bahan PP (polypropilene). Di mana pemakaian bahan PP itu memakai metode sterilisasi 121 derajat Celsius, sehingga menjamin kualitas produk cairan infus itu sendiri.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=0qzepVa_sZE

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
