
CEO Gojek Nadiem Makarim
JawaPos.com – Perusahaan transportasi, Gojek mengukuhkan posisinya di pasar Asia Tenggara. Setelah melebarkan sayap bisnisnya di Singapura dan Vietnam, Go-Jek resmi masuk pasar Thailand.
Dengan mengusung Get, Gojek berkolaborasi dengan mitra lokal. Peresmian Get di Bangkok kemarin (27/2) dihadiri Menkominfo Rudiantara beserta Dubes RI untuk Thailand Ahmad Rusdi.
Co-Founder dan CEO Get Pinya Nittayakasetwat menegaskan, setelah fase percobaan alias versi beta dimulai pada Desember 2018 di tiga distrik, Get memperluas jangkauan layanan hingga 80 persen atau 41 distrik di Bangkok. Pinya menambahkan, Get berhasil menyelesaikan 2 juta perjalanan hanya dalam dua bulan sejak peluncuran fase beta yang menjangkau lokasi terbatas di Bangkok.
’’Hal tersebut membuktikan permintaan konsumen tinggi di sektor industri ini,’’ ujar Pinya dalam penjelasannya dikutip Jawa Pos, Rabu (27/2).
Di Bangkok, Get tidak hanya menyediakan layanan terkait transportasi roda dua atau yang diberi nama Get Win. Tetapi juga layanan kiriman barang Get Delivery dan layanan antar makanan, yakni Get Food.
’’Kami juga akan memperluas layanan Get ke luar Bangkok dan merambah ke layanan pembayaran,’’ tegasnya.
Founder dan CEO Grup Gojek Nadiem Makarim mengatakan, pihaknya memilih Thailand karena memiliki beberapa kesamaan tipikal pasar dengan Indonesia. ’’Kami juga telah menemukan tim yang bagus. Mereka memiliki pengalaman yang baik di industri ini,’’ jelasnya.
Nadiem menyebut tim manajemen Get juga terus berkoordinasi dengan pemerintah Thailand untuk mendukung digitalisasi industri transportasi. Layanan transportasi roda dua Get Win bermitra dengan para driver yang berlisensi dan merupakan mitra driver yang bekerja di industri ojek Bangkok.
Menkominfo Rudiantara mengatakan, pemerintah Indonesia bangga dengan ekspansi internasional Gojek. ’’Perusahaan Indonesia bisa jadi multinasional. Ini menunjukkan bahwa perusahaan Indonesia dipercaya,’’ tegas Rudiantara.
Dia menegaskan, pemerintah akan selalu mendorong kerja sama antara negara-negara Asia Tenggara. Sebab, jika hal tersebut terlambat dilakukan, negara dari regional lain bisa masuk ke pasar Indonesia. ’’Banyak perusahaan besar di Indonesia, tetapi jago kandang. Kalau dengan model bisnis lama seperti itu, tidak mungkin bisa secepat seperti Gojek yang baru empat tahun. Pemerintah jelas mendukung dengan dinamika teknologi yang cepat,’’ pungkasnya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Maroko: Vinicius Junior dan Achraf Hakimi Siap Saling Sikut di Piala Dunia
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
