
gula rafinasi.
JawaPos.com - Dalam Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman Republik Indonesia (ORI), ditemukan ada tiga temuan bentuk maladministrasi dalam perdagangan gula kristal rafinasi (GKR) melalui pasar lelang yang diatur oleh Kementerian Perdagangan.
Aturan itu tercantum dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 16 Tahun 2017. Anggota ORI, Dadan Suparjo Suharmawijaya menemukan ada tiga bentuk maladministrasi dalam beleid itu.
Pertama, Kemendag dianggap telah melampaui kewenangan dengan menerbitkan Permendag 16/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi melalui pasar lelang komoditas. Hal itu tidak berdasarkan Peraturan Presiden.
"Dalam Pasal 18 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan disebutkan bahwa ketentuan mengenai penataan, pembinaan, dan pengembangan Pasar Lelang Komoditas diatur berdasarkan Peraturan Presiden," jelasnya di Kantor Ombudsman, Jakarta, Senin (4/6).
Pada faktanya, hingga saat ini Perpres yang mengatur pasar lelang komoditas belum diterbitkan, sehingga Ombudsman menilai jika Kemendag telah melampaui kewenangan Presiden.
Kedua, penetapan PT Pasar Komoditas Jakarta (PKJ) oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sebagai penyelenggara lelang GKR. Padahal, terkait organ penyelenggara pasar lelang kewenangan Bappebti adalah memberikan persetujuan atas permohonan yang diajukan.
"Bappebti telah melampaui kewenangan dalam melaksanaan pengadaan penyelenggara pasar lelang GKR dan tidak mengacu pada prinsip-prinsip yang diatur dalam peraturan pengadaan barang/jasa pemerintah,” tuturnya.
Ketiga, Ombudsman menduga ada kelalaian Kemendag, Bappebti dan Dinas Perdagangan Kabupaten/Kota dalam melakukan pengawasan rembesan GKR.
Dijelaskan Dadan, setiap data transaksi yang masuk ke PT PKJ memang secara otomatis akan dapat diakses oleh Kementerian Perdagangan. Namun, di lapangan diketahui bahwa post-verification belum berjalan karena karena ketidaktahuan dinas terkait yang diakibatkan belum sampainya sosialisasi secara akurat oleh Kemendag dan Bappebti.
"Atas kelalaian ini, Ombudsman berpendapat dalam masa uji coba lelang Gula kristal Rafinasi telah terjadi maladministrasi karena fungsi pengawasan atas realisasi GKR belum diimplementasikan,” pungkasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
