
Bandara I Gusti Ngurah Rai
JawaPos.com - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengingatkan jajaran PT Angkasa Pura 1 sebagai pengelola Bandara Internasional Ngurah Rai untuk melakukan pengerjaan perluasan apron dan beberapa penambahan fasilitas lain di bandara tersebut sesuai dengan target, baik waktu maupun kuantitas dan kualitas.
Hal ini mengingat perluasan apron tersebut sangat diperlukan untuk dapat memberikan pelayanan yang baik dalam hal keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan kepada para tamu negara yang akan datang mengikuti pertemuan International Monetery Fund (IMF) Annual Meeting pada 8-14 Oktober 2018 mendatang. Acara tersebut diperkirakan akan diikuti oleh 23 kepala negara dan 17.000 delegasi dari 189 negara.
"IMF Annual Meeting itu merupakan kegiatan internasional yang sangat besar dan prestisius. Sebagai tuan rumah, tentu kita harus mempersiapkan penyambutan dan memberikan pelayanan yang maksimal dalam segala hal, termasuk yang terkait keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/2).
Menurutnya, jika sebagai tuan rumah Indonesia bisa memberikan pelayanan yang maksimal, hal tersebut bisa membawa dampak yang positif bagi bangsa dan negara. Di antaranya, akan lebih menumbuhkan kepercayaan dari negara-negara tersebut kepada Indonesia dan bisa meningkatkan arus investasi internasional ke Indonesia sehingga perekonomian Indonesia juga semakin meningkat.
Sebagai regulator penerbangan, pihaknya juga melakukan pengecekan lapangan langsung ke Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Selain mengecek persiapan perluasan apron, Agus juga melakukan pengecekan stasiun PKP-PK serta hanggar kargo yang baru. Dari hasil pengecekan tersebut, Agus berkesimpulan bahwa pengerjaan proyek-proyek tersebut perlu dipercepat sehingga selesai tepat waktu.
"Untuk memastikan pengerjaan fisik segera dikerjakan, saya turun langsung untuk melakukan pengecekan. Saya minta pengerjaannya dipercepat karena waktu acaranya juga semakin dekat. Namun demikian, saya ingatkan juga bahwa dari segi kualitas proyek tersebut jangan sampai dikorbankan. Karena dalam penerbangan itu, semua harus presisi sesuai dengan aturan-aturan keselamatan penerbangan internasional dan nasional," tegasnya.
Hal-hal yang menjadi penghambat pembangunan, harus diselesaikan secepatnya tanpa merugikan pihak lain. Untuk itu diharapkan pengelola bandara melakukan kerjasama yang lebih baik lagi dengan berbagai pihak untuk mensukseskan pengembangan beberapa fasilitas di bandara tersebut.
Terkait dengan acara IMF Annual Meeting 2018 ini, Bandara Internasional Ngurah Rai memang akan melakukan penambahan beberapa fasilitas. Hal ini mengingat fasilitas fisik dan non fisik yang ada tidak akan mencukupi bila dipakai untuk memberikan layanan yang maksimal kepada para delegasi.
Fasilitas fisik yang akan ditambah di antaranya adalah 2 rapid exit taxiway, 11 parking stand di apron utara, 11 parking stand di apron selatan, 40 unit check in counter internasional dan gedung parkir 5 lantai untuk 748 unit kendaraan.
Sedangkan, fasilitas non fisik yang akan dikembangkan adalah jam operasional bandara yang akan diperpanjang menjadi 24 jam serta kapasitas runway ditambah dari 27 pergerakan per jam menjadi 31 pergerakan per jam.
Semua pengerjaan proyek fisik dan non fisik tersebut diharapkan selesai dalam kurun waktu Juli sampai dengan Oktober 2018.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
