
Faldi Adisajana dan boneka lumutnya.
JawaPos.com - Faldi Adisajana sudah punya rencana terhadap boneka-boneka lumutnya. Bentuk yang unik dan menggemaskan membuatnya ingin menjadikannya sebagai karakter dalam film animasi pada 2019.
”Entah punya program sendiri di TV atau YouTube agar anak-anak kenal dengan boneka lumut. Tetapi, memang lebih cepat jika menggunakan sarana YouTube,” ujar pemilik Planter Craft yang memproduksi boneka lumut itu.
Dia ingin cerita yang ditampilkan karakter boneka lumut memuat hal positif. Dengan begitu, hal itu bisa menjadi media pembelajaran bagi anak-anak yang menonton kisahnya.
Pria yang lulus kuliah pada awal 2017 tersebut ingin karakter boneka lumut miliknya bisa sekuat karakter boneka tangan yang terkenal di Indonesia. ”Jadi, bisa melekat di benak anak-anak maupun orang banyak,” imbuhnya.
Beberapa kali Faldi hendak dipertemukan dengan animator. Namun, dia belum siap. ”Meski begitu, saya sangat terbuka jika memang ada yang berminat,” kata pria yang berulang tahun setiap 18 Oktober tersebut.
Rencana karakter boneka lumut memang sejalan dengan pasar bisnis itu. Selain penyuka tanaman, pembeli Planter Craft berasal dari kalangan anak-anak. Bentuknya yang lucu cukup mampu menjadi daya tarik.
Perawatannya cukup mudah. Hanya perlu direndam dalam air selama 3–5 menit setiap dua kali seminggu. Tanaman itu sebaiknya disimpan di tempat yang terpapar sinar matahari. ”Tanaman di atasnya pun bisa tumbuh membesar jika sudah bertahun-tahun,” terangnya.
Ada yang unik dalam pembelian boneka lumut. Setiap konsumen akan mendapatkan sertifikat adopsi. Fungsinya, pembeli sadar bahwa yang dibeli adalah tumbuhan hidup yang harus dirawat. Bukan benda mati.
Selain rencana animasi boneka lumut, Faldi ingin membuat planetarium tanaman hias terbesar di Indonesia dalam 5 tahun ke depan. ”Kalau di Korea Selatan kan, tanamannya dibentuk boneka lucu dan berukuran besar. Terinspirasi dari sana,” katanya.
Penyuka traveling itu kini terus berfokus mengembangkan bisnis agar bisa mewujudkan mimpinya. ”Saya terus berusaha meminimalkan risiko dan melihat peluang. Harus memiliki ilmu saat memulai bisnis. Jangan hanya yang penting punya modal, lalu terjun ke bisnis,” tandasnya. (*)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
