
INKLUSIF: General Manager Pemasaran, Market Intelligence, and Sales Pegadaian Syahrul Rusli (kanan) bersama Sandi, agen pemasaran, di Jakarta.
JawaPos.com – PT Pegadaian telah mengembangkan delivery channel dengan sistem agen pemasar. Nanti agen pemasar tersebut diharapkan bisa mendongkrak pendapatan perseroan.
”Pengembangan agen pemasar Pegadaian ini diharapkan mempercepat inklusi keuangan. Sebab, mereka akan menyebarkan informasi dan layanan serta menjual produk-produk Pegadaian secara lebih luas,” kata General Manager Pemasaran, Market Intelligence, & Sales Pegadaian Syahrul Rusli kemarin (6/11).
Launching agen pemasar Pegadaian se-Indonesia dilakukan pada Juli 2017. Sebelumnya, ada uji coba sejak 2016 dan dikembangkan di Jawa Tengah. Setelah dinyatakan berhasil, agen pemasar tersebut dijadikan program secara nasional.
”Sekarang kami punya 1.200 agen se-Indonesia. Konsep agen pemasar, mereka harus punya tempat usaha. Lalu, kami latih tentang produk pembiayaan dan pegadaian secara umum,” jelasnya.
Selain itu, kunci agen pemasar adalah memiliki konsumen atau pelanggan. Dengan begitu, mereka bisa mencari nasabah dengan mudah lewat akses luas kepada masyarakat. ”Kami berharap pihak ketiga ini berbasis sistem komisi apabila agen punya nasabah baru,” ujarnya.
Semakin tersebarnya informasi dan layanan tentang Pegadaian akan berkontribusi cukup signifikan terhadap penjualan dan pendapatan Perseroan. Saat ini masyarakat mengenal Pegadaian hanya sebatas gadai.
Padahal, Pegadaian dapat melayani investasi emas batangan, baik secara tunai maupun cicilan. Juga, pinjaman untuk modal usaha, layanan pengiriman dan terima uang, baik dalam negeri maupun luar negeri.
Teranyar, nasabah bisa menabung emas dengan cara yang mudah dan aman.
”Target kami pada 2018 bisa mencapai 6.000 agen baru se-Indonesia. Dengan jaringan organik yang telah mencapai 4.400 outlet, kami yakin target tersebut bisa tercapai. Setiap kantor, kami targetkan minimal memiliki 2 agen pemasar,” tuturnya. Sejak diluncurkan pada Juli 2017, hingga Oktober ini agen pemasar menghasilkan omzet Rp 17 miliar. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
