
Satgas Cesium 137 segera memulai investigasi cengkeh sekaligus melakukan penanganan produk udang yang terkontaminasi Cs-137. (ANTARA)
JawaPos.com - Kementerian Koordinator bidang Pangan mengumumkan perkembangan penanganan cengkeh Indonesia yang terpapar radiasi Cesium-137. Setelah ditelusuri, ternyata sumber radiasinya dari perkebunan cengkeh yang ada di Lampung. Cengkeh Indonesia bisa diekspor ke Amerika Serikat, setelah mengantongi sertifikat bebas Cesium-137.
Perkembangan penanganan cengkeh yang terpapar Cesium-137 itu disampaikan Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Penanganan Cesium-137 Bara Hasibuan. Cengkeh itu adalah produk ekspor Indonesia ke AS. Dalam perkembangannya ditemukan radiasi Cesium-137, sehingga harus dikirim balik ke Indonesia.
"Ada tiga lokasi yang kami periksa," kata Bara (15/10).
Ketiga lokasi itu adalah pabrik pengolahan yang berada di Surabaya. Kemudian dua perkebunan cengkeh yang ada di Pati, Jawa Tengah dan Lampung. Untuk di lokasi pabrik dan kebun di Pati, dinyatakan aman.
Sumber radiasi Cesium-137 ditemukan di kebun cengkeh di Lampung. Bara menuturkan tim dari Bapeten bersama BRIN terus melakukan penelusuran di lokasi tersebut.
"Kontaminasi tersebut ditemukan dalam jumlah terbatas dan tidak meluas ke wilayah atau komoditas lainnya," kata Bara.
Selain itu Bara mengatakan, Bapeten sudah mengeluarkan rekomendasi atas cengkeh yang terkena radiasi Cesium-137 itu. Untuk sementara waktu, diputuskan cengkeh yang terindikasi terkontaminasi Cesium-137 tersebut tidak diperjualbelikan dahulu. Upaya itu diambil untuk memenuhi aspek kehati-hatian.
Kebijakan menahan dahulu produk cengkeh siap guna tersebut, menunggu hasil pengujian laboratorium lebih lanjut. Meskipun lokasi radiasi sudah mengarah ke perkebunan di Lampung, tetapi Bara mengatakan tim masih mencari sumber radiasinya.
Bara menegaskan pemerintah sedang bergerak cepat melokalisir kontaminasi ini agar tidak meluas ke wilayah lain. "Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tetap tenang dan menunggu hasil uji laboratorium resmi," katanya. Dia memastikan pemerintah akan terus memberikan informasi terkini secara terbuka kepada publik.
Seperti diketahui kasus cemaran radiasi Cesium-137 ditemukan pada dua produk ekspor Indonesia di AS. Temuan pertama ada pada produk udang beku. Sampai akhirnya ditemukan bahwa sumber radiasinya dari kawasan Industri Modern Cikande, Banten. Saat ini masih dilakukan proses dekontaminasi radiasi.
Setelah itu muncul kasus serupa, pada produk cengkeh. Kementerian Lingkungan Hidup (Kemen-LH) sebelumnya mengatakan bahwa cengkeh itu diolah di sebuah pabrik di Surabaya. Pemerintah memastikan produk yang diekspor ke depan harus bebas dari kandungan atau kontaminasi zat berbahaya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
