Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Juli 2025 | 16.30 WIB

Langkah Korektif Blibli dalam Menghadapi Isu Kepercayaan di E-Commerce

Karyawan memberikan materi Kelas Photoshoot di kantor Blibli, Jakarta, Jumat (21/3/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Karyawan memberikan materi Kelas Photoshoot di kantor Blibli, Jakarta, Jumat (21/3/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Belanja online memang memberi kemudahan, tapi tidak jarang disertai risiko. Data dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sepanjang 2024 mencatat setidaknya 144 pengaduan terhadap e-commerce. 

Tiga keluhan yang paling sering muncul tetap konsisten setiap tahun yakni barang tidak sesuai, pengembalian yang dipersulit, dan penipuan atau pembobolan akun.

Padahal, ketiga hal ini tergolong isu mendasar yang seharusnya menjadi standar minimum dari layanan e-commerce, bukan layanan tambahan atau insentif.

Dalam kondisi seperti ini, preferensi konsumen pun bergeser. Janji diskon besar atau promo sensasional bukan lagi daya tarik utama. 

Justru yang lebih dicari adalah kejelasan: soal keaslian produk, kecepatan pengiriman, perlindungan pasca-beli, hingga kemudahan pengembalian. Sayangnya, banyak platform justru masih mengabaikan hal-hal ini, menjadikannya fitur ekstra ketimbang standar layanan.

Melihat keresahan tersebut, Blibli sebagai salah satu pemain e-commerce lokal yang masih eksis menyampaikan sikap lewat penegasan ulang komitmen yang mereka sebut sebagai manifesto 'No Blabla'.

Meski tampak seperti kampanye internal, pendekatan ini menarik untuk disorot karena menyentuh empat aspek paling krusial dalam e-commerce yakni jaminan produk asli, pengiriman tepat waktu dan kejelasan perlindungan produk serta retur tanpa alasan khusus.

Lisa Widodo, COO dan Co-founder Blibli menyebut bahwa pelanggan kini mengutamakan kepastian layanan, bukan sekadar promosi. "Filosofinya adalah bentuk kembali ke hal-hal esensial yang sering dilupakan banyak platform," kata Lisa di Jakarta baru-baru ini.

Apa yang dilakukan Blibli sebenarnya bukan inovasi baru, melainkan langkah korektif terhadap standar yang selama ini terlalu rendah di banyak platform.

Sebab, dalam ekosistem digital yang rawan manipulasi, langkah semacam ini bisa menjadi pendorong agar pemain lain juga meningkatkan perlindungan dasar bagi pengguna.

Catatan untuk konsumen, agar lebih aman saat berbelanja online, pastikan untuk menggunakan platform dengan sistem pengaduan dan retur yang jelas. 

Hindari transaksi langsung dengan seller tanpa perlindungan dan baca detail produk dan syarat pengembalian sebelum membeli serta simpan semua bukti transaksi dan komunikasi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore