
PT PepsiCo Indonesia Foods and Beverages meresmikan pabrik baru dengan nilai investasi mencapai USD 200 miliar atau Rp 3,3 triliun di Cikarang, Jawa Barat. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - PT PepsiCo Indonesia Foods and Beverages (PepsiCo Indonesia) meresmikan pabrik baru dengan nilai investasi mencapai USD 200 miliar atau Rp 3,3 triliun di Greenland International Industrial Center Cikarang, Jawa Barat, pada Rabu (18/6). Melalui pabrik ini, PepsiCo memproduksi tiga produk makanan ringan, terdiri dari Cheetos, Lays dan Doritos.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan kehadiran PepsiCo Indonesia turut mengembalikan dan menambah bobot investasi di bidang industri makanan dan minuman di tanah air.
Faisol menyebut, pada Kuartal I-2025, industri makanan dan minuman telah menarik investasi sebesar Rp 22,64 triliun. Dengan rincian Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 9,03 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 13,60 triliun.
"Termasuk investasi PepsiCo Indonesia Rp 3,3 triliun. Terima kasih kepada PepsiCo yang sudah memberikan kepercayaan kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk menginvestasikan dana sebesar Rp 3,3 triliun," kata Faisol Rizal dalam acara peresmian pabrik PepsiCo di Cikarang, Jawa Barat, Rabu (18/6).
Lebih lanjut, Faisol membeberkan bahwa menurut laporan yang diterima Pemerintah, PepsiCo Indonesia memiliki tiga lini produksi makanan ringan, terdiri dari Cheetos, Lays dan Doritos dengan kapasitas terpasang kurang lebih 24.000 ton.
Bahkan, telah berhasil membuka lapangan kerja untuk 400 karyawan. Ia menilai, tingkat konsumsi makanan ringan di Indonesia cukup tinggi didominasi oleh usia milenial dan Gen Z.
"Kami juga mengapresiasi PepsiCo Indonesia yang telah mengutamakan penyediaan bahan baku dan bahan penolong lokal yang bekerja sama dengan 200 petani kentang dan 200 petani jagung di Jawa Barat dan Jawa Tengah," bebernya.
Pada kesempatan yang sama, CEO PepsiCo Indonesia, Asif Mobin menyampaikan rasa bangganya atas pembangunan salah satu pabrik terbesar di Asia. Bahkan, ia memastikan bahwa pabrik seluas 60.000 m2 ini dioperasikan dengan prinsip keberlanjutan.
Selain itu, Asif menyampaikan komitmen perusahaan untuk menyokong dan berkontribusi terhadap ekonomi dan kesejahteraan di Indonesia. Mulai dari mendukung ekonomi lokal hingga penyediaan lapangan kerja.
"Mayoritas tenaga kerja di sini adalah orang Indonesia, dan kami berkomitmen untuk terus memperluas peluang ini. Saat ini kami telah mempekerjakan 400 orang, jumlah tersebut akan mencapai ribuan seiring dengan ekspansi bisnis pada masa mendatang," ujar Asif.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
