Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 21.23 WIB

APJII Dorong Regulator Temukan Solusi untuk Stabilitas ISP

Ilustrasi mencari gejala penyakit di internet (Dok. Pexels) - Image

Ilustrasi mencari gejala penyakit di internet (Dok. Pexels)

JawaPos.com - Industri jasa internet di Indonesia rupanya sedang menghadapi tantangan terbesar. Laju pertumbuhan internet service provider (ISP) yang cepat belum diimbangi dengan laju pertumbuhan pengguna jasa. Mereka mendorong adanya sinergi agar ekosistem ISP tak terlalu ketat.

Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Wilayah Jawa Timur, Yosvensa Setiawan, menjelaskan bahwa pelaku bisnis ISP di tanah air terus menunjukkan pertumbuhan signifikan setelah pandemi.

"Tahun lalu saja, pertumbuhan populasi ISP mencapai 23 persen secara year on year. Ini memang indikator positif. Namun, kondisi ini bukan hanya menghadirkan manfaat saja," jelasnya saat menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Hotel Santika Surabaya, Rabu (21/5).

PR yang ada dari menggelembungnya populasi ISP muncul karena tak diimbangi pertumbuhan pengguna jasa. Menurut data APJII, pengguna internet mencapai 221,6 juta. Angka tersebut naik 2,7 persen dari pengguna internet pada 2023 sebanyak 215,6 juta.

Padahal, setiap tahun pertumbuhan ISP mencapai double digit. Hal tersebut jika dibiarkan dapat membuat pasar overcrowded. Pada akhirnya, persaingan yang tak sehat bakal mendorong industri ke arah yang tak baik.

"Kami ingin mendorong agar regulator bisa menemukan solusi untuk mendukung stabilitas industri ISP di Indonesia. Entah dengan moratorium atau mengetatkan standar ISP yang bisa memperbaiki tata kelola tanah air," jelasnya.

Ketua Panitia Rakerwil 2025 yang juga Sekretaris Wilayah APJII Jatim mengatakan, kegiatan tahun ini memang fokus pada sinergi dan kolaborasi untuk bisa memajukan industri. Menurutnya, dukungan pemangku kepentingan lainnya agar ekosistem bisa lebih matang.

Dia mengatakan potensi penetrasi internet di Jawa Timur masih cukup banyak, terutama daerah tier dua dan tiga. Karena itu, butuh pemetaan yang komprehensif untuk bisa memeratakan aksesibilitas internet di provinsi tersebut. "Terkadang, di tempat yang belum bisa terjangkau dengan sinyal ponsel, kami sudah bisa menjangkau mereka. Harapannya pemangku kepentingan seperti pemerintah provinsi Jawa Timur bisa memberikan dukungan lebih bagi kami," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur menyampaikan pentingnya peran APJII dalam mengembangkan industri internet di Jawa Timur. Saat ini, pelaku industri bukan hanya diharapkan untuk meningkatkan aksesibilitas internet, tetapi juga kualitas internet. Sehingga, kegiatan internet oleh masyarakat dan pelaku bisnis di provinsi bisa lebih mudah.

Dia berharap, APJII bisa bersinergi mewujudkan visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Termasuk, misi Jatim dalam menyediakan infrastruktur internet di wilayah terpencil.

"Tahun ini, kami sudah menyambungkan internet untuk sekolah-sekolah di daerah 3T. Juga, untuk pos penjagaan hutan. Harapan kami, swasta juga bisa ikut melakukan hal tersebut," paparnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore