
Ilustrasi mencari gejala penyakit di internet (Dok. Pexels)
JawaPos.com - Industri jasa internet di Indonesia rupanya sedang menghadapi tantangan terbesar. Laju pertumbuhan internet service provider (ISP) yang cepat belum diimbangi dengan laju pertumbuhan pengguna jasa. Mereka mendorong adanya sinergi agar ekosistem ISP tak terlalu ketat.
Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Wilayah Jawa Timur, Yosvensa Setiawan, menjelaskan bahwa pelaku bisnis ISP di tanah air terus menunjukkan pertumbuhan signifikan setelah pandemi.
"Tahun lalu saja, pertumbuhan populasi ISP mencapai 23 persen secara year on year. Ini memang indikator positif. Namun, kondisi ini bukan hanya menghadirkan manfaat saja," jelasnya saat menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Hotel Santika Surabaya, Rabu (21/5).
PR yang ada dari menggelembungnya populasi ISP muncul karena tak diimbangi pertumbuhan pengguna jasa. Menurut data APJII, pengguna internet mencapai 221,6 juta. Angka tersebut naik 2,7 persen dari pengguna internet pada 2023 sebanyak 215,6 juta.
Padahal, setiap tahun pertumbuhan ISP mencapai double digit. Hal tersebut jika dibiarkan dapat membuat pasar overcrowded. Pada akhirnya, persaingan yang tak sehat bakal mendorong industri ke arah yang tak baik.
"Kami ingin mendorong agar regulator bisa menemukan solusi untuk mendukung stabilitas industri ISP di Indonesia. Entah dengan moratorium atau mengetatkan standar ISP yang bisa memperbaiki tata kelola tanah air," jelasnya.
Ketua Panitia Rakerwil 2025 yang juga Sekretaris Wilayah APJII Jatim mengatakan, kegiatan tahun ini memang fokus pada sinergi dan kolaborasi untuk bisa memajukan industri. Menurutnya, dukungan pemangku kepentingan lainnya agar ekosistem bisa lebih matang.
Dia mengatakan potensi penetrasi internet di Jawa Timur masih cukup banyak, terutama daerah tier dua dan tiga. Karena itu, butuh pemetaan yang komprehensif untuk bisa memeratakan aksesibilitas internet di provinsi tersebut. "Terkadang, di tempat yang belum bisa terjangkau dengan sinyal ponsel, kami sudah bisa menjangkau mereka. Harapannya pemangku kepentingan seperti pemerintah provinsi Jawa Timur bisa memberikan dukungan lebih bagi kami," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Jawa Timur menyampaikan pentingnya peran APJII dalam mengembangkan industri internet di Jawa Timur. Saat ini, pelaku industri bukan hanya diharapkan untuk meningkatkan aksesibilitas internet, tetapi juga kualitas internet. Sehingga, kegiatan internet oleh masyarakat dan pelaku bisnis di provinsi bisa lebih mudah.
Dia berharap, APJII bisa bersinergi mewujudkan visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara. Termasuk, misi Jatim dalam menyediakan infrastruktur internet di wilayah terpencil.
"Tahun ini, kami sudah menyambungkan internet untuk sekolah-sekolah di daerah 3T. Juga, untuk pos penjagaan hutan. Harapan kami, swasta juga bisa ikut melakukan hal tersebut," paparnya.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
